Chiellini Bangga Meski Juventus Tersingkir: Kami Tunjukkan Jiwa Pejuang Kontra Galatasaray

Kekalahan dramatis dari Galatasaray di play-off Liga Champions meninggalkan luka mendalam bagi Juventus. Namun di balik kekecewaan itu, ada rasa bangga yang ditegaskan langsung oleh direktur klub, Giorgio Chiellini.

Alih-alih pelatih Luciano Spalletti yang berbicara kepada media, Chiellini tampil ke depan usai Bianconeri tersingkir dengan agregat 5-7.

Dalam pernyataannya, legenda hidup Juventus itu menyampaikan campuran emosi: lelah, kecewa, tetapi juga bangga atas perjuangan timnya.

Perjuangan Heroik yang Tak Cukup

Datang dengan beban kekalahan 2-5 di leg pertama di Istanbul, misi Juventus sudah terasa nyaris mustahil. Situasi makin rumit ketika Lloyd Kelly menerima kartu merah pada menit ke-48.

Meski bermain dengan 10 orang selama lebih dari satu jam, Juventus menunjukkan karakter. Penalti Manuel Locatelli membuka asa, sebelum gol dari Federico Gatti dan Weston McKennie memaksa laga berlanjut ke extra time.

Bahkan, Edon Zhegrova nyaris mencetak gol penentu. Namun keunggulan jumlah pemain akhirnya berbicara. Victor Osimhen dan Baris Alper Yilmaz memastikan langkah Galatasaray ke babak 16 besar.

Chiellini Ambil Tanggung Jawab

Chiellini mengakui bahwa malam itu sangat menguras emosi.

“Kami merasa lelah dan kecewa dengan hasil ini, terlepas dari performa yang kami tunjukkan. Pada saat yang sama, kami sangat bangga dengan cara kami bermain,” ujar Chiellini.

Pernyataan paling menarik datang saat ia menyinggung kartu merah Kelly yang diubah menjadi kartu merah langsung lewat VAR.

“Anggap saja beruntung Kelly yang ada di situasi itu dan bukan saya,” ujar Chiellini dengan nada diplomatis.

Komentar tersebut menyiratkan bahwa keputusan wasit cukup kontroversial, namun sang direktur memilih menahan diri demi menjaga fokus tim.

Tetap Percaya Proses Spalletti

Chiellini juga membela proyek yang dipimpin Spalletti. Menurutnya, proses pembangunan tim memang bisa menghadirkan hasil negatif sesekali, meski performa di lapangan sebenarnya membaik.

Ia menekankan bahwa Juventus masih memiliki 12 laga penting tersisa musim ini, termasuk duel krusial melawan AS Roma di Serie A.

“Kami harus tetap percaya pada pemain dan pelatih. Pertumbuhan tim terus berjalan, meski ada hambatan,”

Ada Penyesalan?

Ketika ditanya soal penyesalan di kampanye Liga Champions musim ini, Chiellini menjawab realistis. Juventus sebenarnya tampil cukup baik di fase liga, bahkan meraih kemenangan tandang yang impresif.

Namun, menurutnya, kurangnya konsentrasi di momen-momen krusial menjadi pembeda.

“Penyesalannya adalah kami bisa melangkah lebih jauh dengan sedikit lebih konsentrasi, tetapi sekarang kami harus berkonsentrasi pada Roma akhir pekan ini dan pertandingan yang tersisa.” Pungkas Chiellini.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*