Pelatih Juventus, Luciano Spalletti memberikan pesan yang cukup jelas terkait kebutuhan lini serang timnya setelah kemenangan telak 4-0 atas Pisa dalam laga pekan ke-28 Serie A 2025-26, Minggu (8/3/26) dini hari WIB.
Dalam komentarnya usai pertandingan, Spalletti menyinggung peran Kenan Yildiz yang tampil impresif, tetapi juga memberi sinyal bahwa pemain muda Turki itu akan tampil jauh lebih maksimal jika ditemani oleh penyerang nomor 9 murni di lini depan.
Pernyataan tersebut dianggap sebagai pesan tersirat mengenai masa depan beberapa penyerang Juventus, termasuk Jonathan David dan Lois Openda.
Juventus Bangkit dengan Kemenangan Telak
Juventus akhirnya mengakhiri periode buruk mereka dengan kemenangan meyakinkan atas Pisa. Empat gol Bianconeri semuanya tercipta pada babak kedua melalui:
- Andrea Cambiaso
- Khephren Thuram
- Kenan Yildiz
- Jeremie Boga
Performa tim meningkat signifikan setelah Spalletti melakukan perubahan pada awal babak kedua. Penyerang David serta bek Federico Gatti ditarik keluar dan digantikan oleh Boga serta Lloyd Kelly.
Perubahan taktik tersebut membuat Yildiz dimainkan sebagai false nine, posisi yang akhirnya membawanya mencetak gol dalam pertandingan tersebut.
Spalletti: Yildiz Bukan Striker Murni
Meski Yildiz berhasil mencetak gol, Spalletti menilai posisi tersebut sebenarnya bukan peran ideal bagi pemain berusia muda itu.
Menurut sang pelatih, Yildiz memiliki kualitas kreatif yang lebih cocok dimainkan di belakang striker utama.
“Seorang penyerang tengah harus memiliki dampak fisik atau kualitas teknik yang luar biasa. Melawan tim seperti Pisa, ruang sangat terbatas sehingga umpan harus benar-benar akurat,” ujar Spalletti.
Ia juga menambahkan bahwa bermain sebagai striker membuat Yildiz harus sering menerima bola dengan punggung menghadap gawang, sesuatu yang bukan kekuatan utamanya.
“Hal itu membuat permainan Yildiz menjadi lebih sulit, karena itu bukan karakteristiknya. Ia tidak terlalu nyaman bermain dengan punggung menghadap gawang,”
Sinyal Kebutuhan Striker Nomor 9
Dalam wawancara lainnya, Spalletti bahkan lebih tegas menjelaskan kebutuhan taktis Juventus.
“Yildiz akan tampil lebih baik jika ia memiliki seorang nomor 9 di dekatnya.”
Komentar ini secara luas ditafsirkan sebagai pesan kepada manajemen klub bahwa Juventus masih membutuhkan penyerang tengah klasik yang mampu menjadi target man di kotak penalti.
Hal ini juga mengindikasikan bahwa profil penyerang seperti David atau Openda mungkin belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan taktik yang diinginkan Spalletti.
Juventus Sempat Gagal Rekrut Striker pada Januari
Keinginan Spalletti untuk mendatangkan striker sebenarnya bukan hal baru. Pada bursa transfer Januari lalu, Juventus sempat mencoba mendatangkan beberapa penyerang top.
Beberapa nama yang sempat masuk radar antara lain:
- Randal Kolo Muani
- Youssef En-Nesyri
Namun negosiasi untuk kedua pemain tersebut tidak mencapai kesepakatan, sehingga Juventus harus melanjutkan musim dengan opsi yang ada di skuad.
Vlahovic Bisa Jadi Solusi
Kabar baik bagi Juventus adalah kembalinya striker utama mereka, Dusan Vlahovic, yang telah kembali berlatih setelah pulih dari cedera otot adductor yang dialaminya sejak November 2025.
Vlahovic memiliki karakteristik yang diinginkan Spalletti: kuat secara fisik, tajam di kotak penalti, dan mampu menjadi titik fokus serangan.
Jika striker Serbia itu kembali ke performa terbaiknya, ia bisa menjadi sosok nomor 9 klasik yang memungkinkan Yildiz bermain lebih bebas di belakangnya.

Leave a Reply