Pelatih Juventus, Luciano Spalletti mengaku terkejut dengan peran baru yang dimainkan Jeremie Boga saat Juventus meraih kemenangan penting atas Udinese di pekan ke-29 Serie A 2025-26, Minggu (15/3/2026) dini hari WIB.
Dalam pertandingan yang berlangsung di Bluenergy Stadium tersebut, Boga tampil sebagai penyerang tengah dan menjadi penentu kemenangan Bianconeri.
Gol tunggal Boga memastikan Juventus pulang dengan kemenangan 1-0 sekaligus menjaga momentum mereka dalam persaingan papan atas klasemen.
Spalletti Puji Pendekatan Juventus
Dalam sesi wawancara pasca laga, Spalletti pertama-tama mengaku terkesan dengan pendekatan Juventus melawan Udinese.
“Tim bermain sangat baik, mempertahankan tingkat determinasi untuk menutup pertandingan secepat mungkin. Kami sebenarnya juga mencetak gol kedua, tetapi tidak masalah, karena kami menghadapi lawan yang sangat kuat,” kata Spalletti kepada Sky Sport Italia.
Boga Bersinar dengan Peran Baru
Dalam laga tersebut, Boga mencetak gol ketiganya secara beruntun di Serie A. Gol tersebut tercipta setelah ia memanfaatkan umpan matang dari Kenan Yıldız.
Keputusan memainkan Boga lebih ke tengah cukup mengejutkan, bahkan bagi Spalletti sendiri.
Menurutnya, selama ini Boga selalu dimainkan di sisi kiri, namun performanya sebagai striker pada laga ini benar-benar memberikan kejutan positif.
Spalletti mengakui pergerakan Boga di lini depan sangat efektif dan mampu memberi dimensi baru dalam serangan Juventus.
“Saya belum pernah menempatkan Boga di posisi itu sebelumnya, saya selalu memainkannya di sisi kiri. Namun hari ini ia mengejutkan saya dengan cara pergerakannya sebagai seorang striker,” aku sang pelatih.
Kenan Yıldız Lebih Nyaman di Sayap
Pada awal pertandingan, Kenan Yıldız ditempatkan sebagai false nine. Namun seiring berjalannya pertandingan, pemain muda Turki tersebut kembali digeser ke sisi kiri.
Menurut Spalletti, posisi penyerang tengah bukanlah tempat yang paling nyaman bagi Yıldız saat ini.
Ia menilai Yıldız masih perlu meningkatkan kemampuan menghadapi bek yang terus menempel sepanjang pertandingan.
Karena itu, memainkan Yıldız dari sisi lapangan dinilai lebih efektif untuk memaksimalkan kreativitas dan kecepatannya.
“Saya sudah pernah mengatakan sebelumnya bahwa Yildiz tidak sepenuhnya menikmati bermain sebagai penyerang tengah, karena ia belum memiliki kemampuan untuk menghadapi bek yang terus menempelnya sepanjang waktu. Memulai dari posisi itu menurut saya justru bisa menimbulkan kesulitan baginya.”
Cambiaso dan Pentingnya Versatilitas
Selain memuji Boga, Spalletti juga menyoroti peran Andrea Cambiaso yang dikenal sebagai pemain serba bisa.
Cambiaso kerap berpindah posisi sepanjang pertandingan, sesuatu yang kadang dianggap membuatnya sulit menemukan posisi ideal.
Namun bagi Spalletti, hal tersebut justru menjadi kelebihan besar.
Ia bahkan menegaskan bahwa jika Cambiaso tidak bebas bergerak di berbagai area lapangan, maka ia tidak akan memainkannya.
Menurut Spalletti, sepak bola modern membutuhkan pemain yang mampu mengeksploitasi half-spaces atau ruang sempit di antara garis pertahanan lawan untuk membuka celah bagi rekan setim.
“Jika dia tidak berkeliaran ke seluruh area lapangan, maka saya tidak akan memainkannya,” jawab Spalletti menanggapi kritik dari studio Sky Sport Italia.
“Ini bukan sekadar ruang biasa, melainkan half-spaces, dan Anda membutuhkan pemain yang mampu menemukannya serta menarik lawan keluar dari posisinya. Kemampuan untuk menemukan ruang-ruang yang terbuka itu adalah kualitas yang sangat menguntungkan bagi tim,”
Pertahanan Juventus Semakin Solid
Selain kemenangan tipis tersebut, Juventus juga mencatat clean sheet kedua secara beruntun di Serie A.
Spalletti menilai peningkatan kualitas bertahan Juventus tidak lepas dari penguasaan bola yang lebih baik.
Menurutnya, penguasaan bola bukan sekadar menjaga tempo permainan, tetapi juga membantu tim mengontrol pertandingan dan meminimalkan serangan balik lawan.
Ia menilai Juventus tampil dengan mentalitas tim besar pada laga tersebut, karena mampu mengontrol pertandingan tanpa memberikan terlalu banyak peluang kepada Udinese.
“Ketika kami lebih banyak menguasai bola, kami juga bertahan dengan lebih baik. Penguasaan bola bukan sekadar hal yang dangkal, tetapi digunakan untuk menciptakan peluang, dan itu tidak berarti harus mengambil risiko yang tidak perlu,”
“Anda mengonsolidasikan dominasi dalam pertandingan, lalu memilih momen yang tepat kapan harus mengambil risiko tersebut. Hari ini kami melakukannya dengan sempurna, tanpa memberi banyak kesempatan kepada Udinese untuk melakukan serangan balik yang harus kami kejar,”
“Ini mencerminkan mentalitas tim, karena malam ini kami bermain dengan mentalitas sebuah tim yang kuat.”

Leave a Reply