Pelatih Luciano Spalletti mengungkapkan kekecewaannya setelah Juventus hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Sassuolo dalam laga pekan ke-30 Serie A 2025-26, Minggu (22/3/2026) dini hari WIB.
Meski mengakui timnya layak menang, ia menyoroti buruknya pengambilan keputusan para pemain di momen krusial.
Dominan, Tapi Tidak Efektif
Juventus tampil dominan sepanjang laga dan menciptakan banyak peluang berbahaya. Gol pembuka dari Kenan Yildiz sempat memberi harapan besar bagi Bianconeri untuk mengamankan tiga poin.
Namun, setelah Andrea Pinamonti menyamakan kedudukan untuk Sassuolo, Juventus justru gagal memaksimalkan sejumlah peluang emas yang mereka miliki.
Puncak kekecewaan terjadi di menit akhir ketika penalti Manuel Locatelli berhasil digagalkan oleh kiper lawan, Arijanet Muric.
Spalletti Soroti Pengambilan Keputusan
Dalam wawancaranya, Luciano Spalletti menegaskan bahwa masalah utama Juventus bukanlah kurangnya peluang, melainkan keputusan yang salah di lapangan.
Ia menyoroti bagaimana timnya terlalu sering memaksakan serangan melalui tengah, padahal sisi sayap lebih efektif untuk membongkar pertahanan lawan.
“Kami menciptakan begitu banyak peluang, tetapi terlalu sering membuat pilihan yang salah. Kurang ada kematangan dalam pengambilan keputusan,” ujar Spalletti kepada Sky Sport Italia.
Ia juga menekankan pentingnya memanfaatkan pemain seperti Francisco Conceicao dan Yildiz di sisi lapangan untuk menciptakan situasi satu lawan satu.
“Ketika Anda bermain dengan empat bek di lini belakang, Anda harus menyebarkan bola dan mengurung mereka, sehingga bisa menciptakan situasi satu lawan satu. Saya terus mengatakan kepada mereka untuk mencari Yildiz dan Conceição, karena Sassuolo tertekan dan bertahan di area penalti mereka sendiri,” jelasnya.
Banyak Peluang Terbuang
Spalletti bahkan mengungkapkan bahwa Juventus memiliki setidaknya 10 situasi yang mirip dengan gol Sassuolo, namun gagal dikonversi menjadi gol.
Beberapa peluang emas datang dari:
- Francisco Conceicao yang beberapa kali salah mengambil keputusan
- Pierre Kalulu yang gagal memaksimalkan peluang
- Serangan-serangan cepat yang tidak diakhiri dengan finishing efektif
Menurut Spalletti, kegagalan dalam mengeksekusi peluang seperti ini akan selalu berujung pada hukuman.
“Kami kebobolan gol penyama, menciptakan cukup banyak situasi yang mirip dengan gol yang dicetak Sassuolo, setidaknya ada 10 peluang seperti itu, tetapi kami tidak cukup reaktif dan tidak membuat keputusan yang paling cerdas,”
Masalah Penalti Jadi Sorotan
Hasil imbang ini juga memperpanjang catatan buruk Juventus dalam eksekusi penalti. Ini menjadi penalti ketiga beruntun yang gagal dikonversi di Serie A, setelah sebelumnya juga melibatkan Kenan Yildiz dan Jonathan David.
Masalah ini jelas menjadi pekerjaan rumah serius bagi tim jika ingin bersaing di papan atas.
Kabar Positif: Vlahovic dan Milik Kembali
Di tengah kekecewaan, ada kabar baik bagi Juventus. Dusan Vlahovic akhirnya kembali bermain setelah absen sejak November 2025.
Selain itu, Arkadiusz Milik juga mencatatkan penampilan pertamanya sejak Mei 2024.
Kehadiran keduanya diharapkan bisa meningkatkan ketajaman lini depan Juventus dalam laga-laga berikutnya.
Spalletti: “Kami Layak Menang”
Meski kecewa, Spalletti tetap melihat sisi positif dari performa timnya.
“Melihat jumlah peluang dan tekanan yang kami berikan hingga akhir, saya rasa jika kami menang, itu akan pantas,” ujarnya.
Namun, hasil ini berarti Juventus paling baik hanya berada di posisi kelima pada akhir pekan ini, dan bisa semakin tertinggal dari Como serta berpotensi disalip oleh Roma.
“Kami sangat kecewa dengan hasil ini, tetapi tetap mencoba tersenyum karena kami menciptakan begitu banyak peluang untuk bisa memenangkan pertandingan. Namun, kami harus menerima hasil ini. Ada beberapa hal positif di babak kedua, meski pergerakan bola kami sedikit terlalu lambat.”

Leave a Reply