Juventus menjadi salah satu kandidat terdepan untuk merekrut gelandang tangguh Al-Ahli, Franck Kessie yang berpotensi berstatus bebas transfer pada musim panas mendatang.
Informasi ini dikonfirmasi oleh jurnalis ternama Matteo Moretto, yang menyebutkan bahwa Kessie memiliki keinginan kuat untuk kembali ke kompetisi yang pernah membesarkan namanya: Serie A.
“Sinyalnya sudah jelas: Kessié cenderung ingin kembali ke Eropa. Dan jika ada jalur yang terasa familiar untuk ditempuh kembali, Italia berada di posisi teratas,” ungkap Moretto.
Kessie Ingin Kembali ke Serie A
Nama Franck Kessie bukan sosok asing bagi penggemar sepak bola Italia. Gelandang asal Pantai Gading ini pernah bersinar bersama Atalanta di bawah asuhan Gian Piero Gasperini, sebelum mencapai puncak kariernya bersama AC Milan.
Selama lima musim di San Siro, Kessie menjelma menjadi gelandang box-to-box elite dan memainkan peran penting dalam keberhasilan Milan meraih gelar Serie A 2021/2022.
Setelah itu, ia sempat bergabung dengan Barcelona, sebelum akhirnya hijrah ke Al-Ahli pada 2023.
Kini, dengan kontraknya yang akan segera berakhir, Kessie dikabarkan ingin kembali ke Eropa, dan Serie A menjadi destinasi favoritnya.
“Ini adalah liga yang ia kenal, negara tempat ia berkembang pesat, dan di mana reputasinya tetap kuat setelah periode suksesnya meraih gelar bersama Milan,” sambung Moretto.
Juventus di Barisan Terdepan
Dalam perburuan tanda tangan Kessie, Juventus disebut berada di posisi strategis. Faktor pengalaman sang pemain di Italia menjadi nilai tambah besar bagi Bianconeri.
Namun, mereka tidak sendirian. Beberapa klub top Italia lainnya serta tim-tim Eropa juga mulai melakukan pendekatan awal melalui agen sang pemain.
Meski begitu, peluang Juventus tetap terbuka lebar, terutama karena status Kessie yang bisa didapatkan secara gratis, sebuah skenario ideal di tengah strategi efisiensi finansial klub.
“Ketertarikan sudah mulai bermunculan. Juventus berada di posisi terdepan, tetapi mereka tidak sendirian. Klub-klub top Italia lainnya, serta tim-tim dari seluruh Eropa, telah mulai melakukan pendekatan awal melalui perwakilannya,” jelasnya
Masalah Utama: Gaji Tinggi
Meski peluang transfer gratis terlihat menggiurkan, ada satu hambatan besar yang bisa menggagalkan kesepakatan: tuntutan gaji.
Menurut laporan, Kessie tidak bersedia menerima bayaran di bawah €5 juta per musim. Angka ini menjadi batas minimum bagi klub mana pun yang serius ingin merekrutnya.
“Untuk saat ini, pendekatan yang terjadi masih bersifat penjajakan awal, dengan satu faktor kunci yang akan menentukan persaingan: gaji,”
“Sikap Kessié tidak bisa ditawar. Setelah mendapatkan bayaran besar dari kontrak multi-tahun di Arab Saudi, ia tidak berniat menerima kurang dari €5 juta bersih per musim. Angka tersebut akan menjadi titik awal bagi klub mana pun yang benar-benar serius meminangnya.”
Di sisi lain, Juventus memiliki struktur gaji yang cukup ketat. Saat ini:
- Dusan Vlahovic menjadi pemain dengan gaji tertinggi di klub (sekitar €12 juta)
- Jonathan David menerima sekitar €6 juta
- Kenan Yildiz baru saja menandatangani kontrak dengan kisaran €7 juta
Artinya, secara teori Juventus masih mampu memenuhi permintaan Kessie, tetapi harus mempertimbangkan keseimbangan finansial dan struktur gaji tim.
Namun, jika Juventus mampu menegosiasikan gaji atau menawarkan proyek olahraga yang menarik, peluang transfer ini sangat realistis.

Leave a Reply