Spalletti Akui Juventus Tertekan di Babak Pertama, Bangkit di Babak Kedua untuk Taklukkan Atalanta

Pelatih Juventus, Luciano Spalletti mengakui timnya sempat berada dalam tekanan hebat saat menghadapi Atalanta. Namun, perubahan strategi di babak kedua menjadi kunci kemenangan penting yang menjaga asa finis di zona empat besar Serie A.

Juventus “Menderita” di Babak Pertama

Dalam laga pekan ke-32 Serie A 2025-26 yang berlangsung di Bergamo, Juventus tampil jauh dari kata nyaman di awal pertandingan. Spalletti secara jujur mengakui bahwa timnya kesulitan menghadapi intensitas permainan Atalanta.

“Selama 30 menit pertama kami sangat menderita. Atalanta adalah tim yang kuat dan kami tidak mampu mengalirkan bola dengan baik karena tekanan mereka terus-menerus,” ujar Spalletti.

Beberapa masalah yang dihadapi Juventus:

  • Sulit membangun serangan dari bawah
  • Tertekan di area sendiri
  • Minim kreativitas dalam distribusi bola

Situasi ini membuat Bianconeri lebih banyak bertahan ketimbang menyerang.

“Kami dipaksa hanya untuk bertahan,” sambung sang pelatih.

Perubahan di Babak Kedua Jadi Kunci

Namun setelah jeda, Juventus tampil berbeda. Spalletti melakukan beberapa penyesuaian taktik yang membuat timnya lebih kompetitif.

“Di babak kedua, pertandingan menjadi benar-benar berbeda, kami bermain lebih seimbang. Biasanya kami yang gagal memanfaatkan dominasi dan dihukum karena tidak mencetak gol saat berada di atas angin, tetapi kali ini kami melakukan kebalikannya,”

Gol kemenangan yang dicetak Jeremie Boga menjadi bukti efektivitas Juventus dalam memanfaatkan peluang, meski tidak mendominasi permainan.

Evaluasi Spalletti: Masih Ada Kelemahan

Meski menang, Spalletti tidak menutup mata terhadap kelemahan timnya, terutama dalam aspek pertahanan.

Ia menyoroti:

  • Lini belakang yang terlalu dalam
  • Sulit keluar dari tekanan lawan
  • Kurangnya ketenangan dalam membangun serangan

“Ini adalah kelemahan yang kami miliki, pertahanan kami terkadang terlalu dalam dan tertekan, terutama oleh tim dengan karakteristik seperti Atalanta,”

Faktor Kebugaran Pemain Jadi Kendala

Spalletti juga mengungkap bahwa kondisi fisik beberapa pemain belum optimal.

Nama-nama seperti:

  • Kenan Yildiz
  • Francisco Conceicao
  • Khephren Thuram

disebut tampil di bawah performa terbaik akibat masalah kebugaran.

“Kami juga melakukan kesalahan di babak pertama, tidak memberi kesempatan kepada Conceição untuk melewati pemain di sisi sayap, yang merupakan keunggulannya. Setelah kami melakukan beberapa penyesuaian dan mulai menemukan ritme permainan, babak kedua menjadi pertandingan yang benar-benar berbeda,”

Meski demikian, ia tetap mengapresiasi kerja keras para pemain:

“Saya senang mereka tetap berusaha dan bekerja untuk tim.”

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*