Luciano Spalletti kini memikul tugas berat sebagai pelatih terbaru yang dipercaya mengembalikan Juventus ke puncak sepak bola Italia.
Setelah empat tahun yang penuh kekecewaan, di mana tiga pelatih sebelumnya hanya mampu memberikan satu trofi Coppa Italia, harapannya kini kembali ditumpukan pada pelatih berpengalaman tersebut.
Dengan reputasi sebagai salah satu pelatih paling taktis dan visioner di Italia, Spalletti datang ke Turin dengan kombinasi antara kepercayaan diri dan tekanan besar. Mampukah ia benar-benar membalikkan keadaan?
Tantangan Besar Spalletti: Mengangkat Juventus dari Krisis Performa
Mengambil alih Juventus bukan perkara mudah. Klub ini terbiasa mendominasi Serie A, tetapi beberapa musim terakhir justru diwarnai ketidakstabilan, kritik tajam, dan inkonsistensi yang berulang.
Mengapa Spalletti?
Juventus memilih Spalletti karena:
- Ia memiliki pengalaman membawa klub besar, termasuk Napoli menjadi juara Serie A.
- Gaya kepelatihannya terstruktur, disiplin, dan berbasis penguasaan ruang.
- Ia dikenal mampu meningkatkan performa pemain yang berada di bawah performa.
Namun Spalletti datang dengan sebuah ultimatum: Jika Juventus gagal finis di empat besar musim ini, ia bisa kehilangan jabatannya sebelum sempat benar-benar membangun proyek jangka panjang.
Situasi itu menambah beban sekaligus urgensi bagi sang pelatih untuk menemukan formula kemenangan secepat mungkin.
Kunci Utama: Menemukan Masalah, Mengoptimalkan Kekuatan
Agar Juventus kembali kompetitif, Spalletti harus:
- Mengidentifikasi titik lemah skuad yang sudah lama menghambat perkembangan tim.
- Memaksimalkan kemampuan pemain inti seperti Vlahovic, Chiesa, dan Gatti.
- Memberikan struktur permainan yang lebih jelas dan stabil.
- Mengubah mentalitas tim yang dalam beberapa musim terakhir sering kehilangan kepercayaan diri.
Kemampuan Spalletti untuk membangun otoritas, menciptakan kohesi, dan memberi identitas bermain yang jelas akan sangat menentukan arah Juventus ke depan.
Riccardo Cucchi Ungkap Pendekatan Spalletti: “Dia Punya Otoritas yang Tidak Dimiliki Pendahulunya”
Dalam sebuah wawancara dengan Tuttomercatoweb, Jurnalis senior Italia, Riccardo Cucchi, memberikan pandangan menarik mengenai langkah awal Spalletti bersama Juventus.
“Saya adalah pengagum dirinya, dia pelatih yang hebat. Itu tidak akan mudah, tetapi saya pikir dia memiliki wibawa yang mungkin tidak dimiliki para pendahulunya di masa lalu,” ujar Cucchi.
“Dia adalah sosok yang bisa membuat para pemain mengikutinya. Juventus memang memiliki keterbatasan teknis, tetapi hal itu masih bisa membuat Juve kembali ke jalur kemenangan,”
“Melihat Koopmeiners bermain sebagai bek adalah langkah yang luar biasa. Dia datang ke Turin setelah dua tahun yang sangat baik di Bergamo, dia memiliki kemampuan bertahan yang penting. Spalletti memberinya ujian ini, dan itu merupakan tanda awal yang penting dari proses pemulihannya,”
“Tim perlu mendapatkan kembali kepercayaan diri dan meraih hasil. Dan untuk melakukan itu, kamu tidak bisa kehilangan sosok seperti Vlahovic, terutama mengingat minimnya penyerang tengah di Serie A.”

Leave a Reply