Pertandingan Fiorentina vs Juventus di pekan ke-12 Serie A 2025-26 berakhir dengan skor 1-1, namun hasil ini meninggalkan banyak pekerjaan rumah bagi Luciano Spalletti.
Meski tetap menjaga catatan tak terkalahkan, Juventus kembali memperlihatkan kelemahan mendasar dalam penguasaan bola, kreativitas, hingga pengambilan keputusan di momen penting.
Pelatih asal Toscana itu tidak menutupi rasa frustrasinya. Menurutnya, penampilan Bianconeri di Stadion Artemio Franchi masih jauh dari standar sebuah tim yang ingin bersaing dalam perebutan Scudetto.
Permainan Juventus Terlalu Prediktif
Dalam konferensi pers usai laga, Spalletti mengakui bahwa Juventus tampil di bawah ekspektasi, terutama di babak pertama.
“Kami terlalu mudah ditebak di babak pertama dan membuat terlalu banyak kesalahan teknis. Itu adalah kesalahan yang tidak boleh terjadi karena level permainan kami harus lebih tinggi,” ujarnya via IlBianconero.
Menurut Spalletti, Fiorentina tampil agresif dan energik di bawah Marco Vanoli, namun Juventus tetap seharusnya mampu menunjukkan kualitas yang lebih baik.
“Pertandingan yang sulit melawan tim yang ingin bereaksi. Vanoli memberikan energi dan agresi kepada para pemainnya: kami mengenalnya dengan baik. Namun, kami telah dipilih untuk berbuat lebih banyak, dan kami benar-benar perlu meningkatkan level,”
Pelatih berpengalaman itu menegaskan bahwa target Juventus tetap sama: bersaing dalam perebutan Scudetto, bukan sekadar finis di zona eropa.
“Ambisi kami tetap Scudetto. Bukan berarti kami sudah sampai di sana, tapi kami harus menunjukkan lebih dari apa yang terlihat hari ini.”
Spalletti Bela Vlahovic dari Ejekan Suporter Fiorentina
Dusan Vlahovic menjadi sorotan setelah kembali menerima chants bernada permusuhan dari pendukung tuan rumah. Namun Spalletti memberikan pembelaan penuh kepada striker Serbia tersebut.
“Dusan bereaksi dengan cara yang tepat. Namun secara sosial, kita harus berhenti pergi ke stadion untuk melakukan hal-hal yang tak ada hubungannya dengan olahraga. Semakin sering ini terjadi, semakin rusaklah permainan sepak bola.”
Penegasan ini menambah isu panjang terkait perlakuan publik terhadap mantan penyerang Fiorentina tersebut.
Yildiz Kurang Terlibat: Masalah Kreativitas Juventus Terlihat Jelas
Spalletti juga menyoroti minimnya kontribusi Kenan Yildiz, pemain muda yang sering menjadi pembeda musim ini. Ia menilai bahwa Juventus terlalu lama mengalirkan bola di area pertahanan tanpa progresi vertikal.
“Kami terlalu sering menjaga bola di perimeter pertahanan. Padahal kami perlu melewati satu lini dan bermain lebih vertikal. Yildiz harus lebih sering terlibat,”
Yildiz sempat bermain lebih sentral sebelum dipindah ke sisi kiri, namun kualitas service ke dirinya dinilai sangat kurang.
Ruang Ganti Hening: Tanda Pemain Tidak Puas
Menurut Spalletti, reaksi para pemain di ruang ganti mencerminkan bahwa mereka pun merasa tidak puas.
“Keheningan di ruang ganti menunjukkan mereka tidak senang, dan saya suka itu. Artinya mereka menuntut lebih dari diri sendiri.”
Juventus memang tidak tampil buruk secara keseluruhan, namun kekurangan kreativitas dan tempo membuat mereka kesulitan membongkar pertahanan Fiorentina.

Leave a Reply