Juventus kembali kehilangan poin penting setelah hanya bermain imbang 1-1 melawan Fiorentina pada pekan ke-12 Serie A 2025-26, hasil yang sekali lagi menegaskan inkonsistensi Bianconeri di musim ini.
Meski berstatus favorit menghadapi La Viola yang terpuruk di dasar klasemen, pasukan Luciano Spalletti justru tampil di bawah ekspektasi.
Bek Juventus, Pierre Kalulu, tidak menutupi kekecewaannya. Ia secara terbuka mengakui bahwa timnya membuat terlalu banyak kesalahan dalam pertandingan tersebut, sebuah faktor yang menjadi penyebab utama kegagalan mereka mengamankan tiga poin.
Juventus Gagal Manfaatkan Momentum Meski Fiorentina Sedang Terpuruk
Jelang laga, Juventus diyakini akan tampil segar setelah jeda internasional. Banyak pemain utama tidak dipanggil tim nasional, memberi kesempatan untuk beristirahat dan memulihkan kondisi.
Namun kenyataan di lapangan berbeda jauh dari harapan.
Juventus tampil datar sejak menit pertama dan membiarkan Fiorentina mengambil inisiatif permainan.
La Viola bermain lebih agresif, penuh determinasi, dan memanfaatkan setiap celah yang diberikan oleh lini belakang Juve.
Di sisi lain, Bianconeri justru menunjukkan:
- Minimnya intensitas pada babak pertama
- Kesalahan-kesalahan individual yang membahayakan
- Kurangnya penyelesaian akhir yang efektif
- Kesulitan membangun ritme permainan yang stabil
Hasilnya, Juventus tidak pernah benar-benar berada dalam kontrol penuh dan harus puas berbagi poin meski lawan sedang berjuang keluar dari posisi juru kunci.
Pierre Kalulu: “Kami Membuat Terlalu Banyak Kesalahan”
Berbicara kepada Tuttomercatoweb usai pertandingan, Kalulu menyampaikan penilaian jujurnya:
“Itu pertandingan yang sulit, dan kami membuat terlalu banyak kesalahan. Kami sudah mencoba sampai akhir, tetapi itu tidak cukup. Kami tahu harus berkembang, dan kami percaya diri menatap laga-laga berikutnya.”
Komentar Kalulu mencerminkan dua hal penting:
- Kesadaran kolektif atas kelemahan tim, terutama dalam hal fokus, pengambilan keputusan, dan distribusi bola.
- Optimisme untuk bangkit, meski performa saat ini masih jauh dari level yang dibutuhkan tim yang ingin bersaing di papan atas Serie A.
Kalulu juga menegaskan bahwa Juventus tak bisa lagi bergantung pada reputasi besar klub, melainkan harus membuktikan kualitasnya setiap pekan.

Leave a Reply