Kemenangan Juventus atas Pafos di matchday Keenam Liga Champions 2025-26 seharusnya menjadi malam yang melegakan.
Namun, bagi jurnalis senior Italia, Fabio Ravezzani, performa Bianconeri justru memperlihatkan banyak masalah mendasar yang tak bisa ditutupi oleh tiga poin semata.
Dalam laga yang berlangsung di Turin, Juventus berhasil menang 2-0 berkat gol Weston McKennie dan Jonathan David.
Namun, jalannya pertandingan, terutama di babak pertama mengundang kritik tajam dari berbagai pihak, termasuk Ravezzani.
Babak Pertama yang ‘Disastrous’ Bagi Juventus
Menurut Ravezzani, Juventus tampil sangat buruk di 45 menit awal. Meski unggul penguasaan bola, pasukan Luciano Spalletti dinilai bermain terlalu lambat, mudah kehilangan ritme, serta tidak mampu memecah blok pertahanan tim tamu.
Pafos, juara bertahan Liga Siprus, bahkan menciptakan peluang yang lebih berbahaya melalui serangan balik cepat.
Ravezzani menegaskan melalui akun X miliknya:
“Juve tampil bencana di babak pertama, kemudian akhirnya membaik di babak kedua. Klasemen memang meningkat, tetapi Spalletti sekarang harus melakukan perubahan nyata,”
Perubahan Formasi yang Menghidupkan Juventus
Memasuki babak kedua, Spalletti mengambil langkah berani. Ia mengubah formasi dari 3-4-2-1 menjadi 4-2-3-1, sebuah transformasi taktik yang langsung memberikan efek positif.
Perubahan ini membuat Juventus lebih agresif, tajam di sepertiga akhir, dan mampu membuka ruang lebih banyak untuk lini serang.
McKennie mencetak gol melalui tembakan keras, sebelum Jonathan David menggandakan keunggulan lewat kombinasi apik yang menjadi salah satu highlight pertandingan.
Meski begitu, Ravezzani percaya bahwa kemenangan ini tidak boleh membuat Juventus merasa aman.
Tiga Pemain Juventus Disebut Alami ‘Krisis Identitas’
Salah satu kritik paling tajam Ravezzani tertuju kepada tiga pemain yang menurutnya sedang mengalami identity crisis, yakni Andrea Cambiaso, Manuel Locatelli, dan Lois Openda.
“Beberapa pemain sedang mengalami krisis identitas: Cambiaso, Locatelli, Openda. Yang lainnya kesulitan tampil pada level terbaik mereka.”
1. Andrea Cambiaso: Naik Turun Drastis
Cambiaso mengalami malam yang tidak konsisten. Ia sempat tampil buruk, kehilangan bola, dan gagal menjaga posisi.
Namun, sebuah momen jenius terjadi ketika ia mengirimkan umpan brilian untuk gol pembuka McKennie. Meski berakhir positif, performanya dianggap masih jauh dari stabil.
2. Manuel Locatelli: Fighter, tapi Kreativitas Minim
Locatelli seperti biasa tampil gigih, menang dalam banyak duel dan tak ragu melakukan tekel-tekel penting untuk merebut bola.
Namun, masalah utamanya tetap sama: distribusi bola dan kreativitas playmaking yang kurang meyakinkan. Keputusan Spalletti menariknya keluar pada menit ke-60 bahkan disambut siulan dari sebagian tifosi.
3. Lois Openda: Tanpa Peran yang Jelas
Openda masuk sebagai pemain pengganti, tetapi kontribusinya hampir tidak terlihat.
Ravezzani menyebut peran Openda di dalam sistem Spalletti masih belum jelas, dan sang striker tampak kebingungan menentukan posisi maupun tugasnya ketika berada di lapangan.
Juventus Menang, Tapi Peringatan Tetap Mengemuka
Kemenangan ini memang penting untuk menjaga posisi Juventus di klasemen liga fase Champions League. Namun, evaluasi dari berbagai pihak menunjukkan bahwa tantangan besar masih menanti Spalletti.
Ravezzani menekankan bahwa:
- Juventus perlu perbaikan struktural,
- beberapa pemain perlu menemukan kembali jati diri mereka,
- dan Spalletti harus mengambil keputusan taktis yang lebih tegas demi stabilitas permainan.
Dengan dua laga berat yang akan datang, Juventus harus segera mengatasi masalah internal bila ingin melangkah jauh di Eropa.

Leave a Reply