Akankah Milik Dipanggil Saat Juventus Hadapi Roma? Begini Situasi Terkininya

Arkadiusz Milik akhirnya kembali terlihat dalam sesi latihan tim setelah melewati masa pemulihan panjang selama 18 bulan akibat cedera lutut serius.

Namun, pertanyaan besar kini muncul: apakah Milik akan mendapat panggilan untuk laga krusial melawan AS Roma pada akhir pekan ini?

Cedera Panjang yang Menghambat Comeback Milik

Arkadiusz Milik mengalami cedera lutut pada Juni 2024, saat membela tim nasional Polandia dalam laga uji coba menjelang Euro 2024.

Awalnya, sang penyerang diperkirakan hanya akan menepi beberapa bulan dan bisa kembali memperkuat Juventus di awal musim 2024/25.

Sayangnya, proses pemulihan tidak berjalan mulus. Milik mengalami beberapa kemunduran serius, bahkan harus menjalani operasi tambahan, yang membuatnya absen lebih dari 550 hari dari pertandingan kompetitif.

Sudah Latihan, Tapi Belum Siap Bertanding

Dalam beberapa hari terakhir, Milik terlihat kembali mengikuti latihan bersama skuad utama, meski masih menjalani program individual secara parsial.

Kondisi ini langsung memicu spekulasi bahwa ia bisa masuk dalam daftar pemain Juventus untuk laga besar kontra Roma pada pekan ke-16 Serie A 2025-26, Minggu (21/12/2025) pukul 02.45 WIB.

Namun, laporan dari IlBianconero meredam optimisme tersebut. Meski Milik telah lolos pemeriksaan medis, kondisi fisik dan kebugarannya dinilai belum ideal untuk menghadapi pertandingan berintensitas tinggi seperti Juventus vs Roma.

Sumber-sumber di Italia menyebutkan bahwa kemungkinan Milik tampil akhir pekan ini sangat kecil, meskipun secara teknis tidak sepenuhnya mustahil.

Juventus diyakini akan menunda comeback resminya hingga awal tahun depan, demi menghindari risiko cedera ulang.

Juventus Krisis Striker, Milik Jadi Harapan Paruh Kedua Musim

Kehadiran Milik terasa semakin signifikan karena Dusan Vlahovic dipastikan belum bisa kembali dalam waktu dekat.

Vlahovic mengalami robekan otot tingkat tinggi saat menghadapi Cagliari pada akhir November, dan diprediksi baru pulih menjelang musim semi.

Dalam situasi ini, Luciano Spalletti saat ini mengandalkan Jonathan David sebagai ujung tombak utama.

Namun, kontribusi penyerang asal Kanada itu masih terbatas, baru mencetak tiga gol sepanjang musim, masing-masing saat debut kontra Parma dan dua gol di Liga Champions melawan Bodo/Glimt serta Pafos.

Pilihan lain hanyalah Loïs Openda, yang lebih sering diposisikan sebagai solusi situasional.

Spalletti menilai penyerang asal Belgia itu lebih efektif ketika Juventus bermain dengan skema serangan balik, bukan sebagai target man murni.

Di sinilah Milik menawarkan sesuatu yang berbeda. Mantan striker Ajax dan Napoli tersebut merupakan penyerang nomor 9 klasik, kuat dalam duel fisik, piawai menahan bola, dan memiliki naluri gol di dalam kotak penalti.

Jika mampu kembali ke kondisi terbaiknya, Milik bisa menjadi senjata penting Juventus di paruh kedua musim, terutama saat menghadapi tim-tim yang bertahan rendah dan membutuhkan kehadiran striker berpostur kuat di area penalti.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*