Manuel Locatelli menegaskan bahwa rentetan kemenangan akan menumbuhkan kepercayaan diri yang tinggi bagi Juventus.
Ia juga mengingatkan timnya untuk tidak mengulangi sikap yang mereka tunjukkan di babak pertama saat melawan Napoli awal Desember lalu.
Pernyataan itu disampaikan sang kapten usai kemenangan krusial 2-1 atas AS Roma di Allianz Stadium pada dini hari tadi (21/12/25), hasil yang mengangkat kepercayaan diri Bianconeri dan membawa mereka hanya terpaut satu poin dari Roma di klasemen Serie A.
Kemenangan ini bukan sekadar tiga poin, melainkan pernyataan mentalitas baru Juventus di bawah arahan Luciano Spalletti.
Kemenangan yang Mengubah Momentum
Juventus tampil solid dan penuh determinasi saat menundukkan Roma. Menurut Locatelli, fokus utama tim saat ini adalah menang demi menang, bukan terlalu jauh memikirkan target akhir.
“Seperti yang sering saya katakan, kami harus fokus memenangkan pertandingan, lalu kita lihat posisi kami di bulan Maret,” ujar Locatelli dalam konferensi pers yang dihadiri Football Italia.
“Yang terpenting adalah membangun rangkaian kemenangan dan kepercayaan diri,”
Locatelli menekankan bahwa kemenangan menumbuhkan self-esteem, faktor krusial untuk mengeksekusi hal-hal yang sebelumnya sulit dilakukan.
“Ketika Anda memenangkan pertandingan, harga diri meningkat, dan Anda dapat melakukan hal-hal yang tidak dapat Anda lakukan sebelumnya. Kita harus melanjutkan jalan ini tanpa terlalu banyak berpikir,”
Sikap yang Tepat, Duel Dimenangkan
Dalam laga melawan Roma, Juventus dinilai berhasil menjaga kontrol dan meminimalkan risiko.
“Kami tetap fokus dalam permainan, tidak mengambil risiko berlebihan, dan menunjukkan sikap yang benar,” lanjut Locatelli.
“Kami memenangkan duel-duel penting dan tampil sangat baik dari sisi spirit,”
Pesan Spalletti: Juventus Lebih Kuat dari yang Mereka Kira
Pelatih Luciano Spalletti sebelumnya menyebut bahwa para pemain Juventus belum sepenuhnya menyadari seberapa kuat mereka. Locatelli mengamini pesan tersebut.
“Pelatih sering mengatakan itu. Kariernya berbicara dengan sendirinya, jadi kami harus mendengarkan,” tegasnya.
“Kami kompak sebagai grup, merasa nyaman satu sama lain, dan mengikuti apa yang dikatakan pelatih,”
Kebersamaan dan kepercayaan pada pelatih disebut sebagai fondasi kebangkitan Juventus.
Pelajaran dari Napoli: “Tak Boleh Terjadi Lagi”
Juventus kini mencatat enam kemenangan dari tujuh laga terakhir di semua kompetisi dan tengah berada dalam tren tiga kemenangan beruntun, setelah sempat kalah 1-2 dari Napoli di awal Desember. Kekalahan itu menjadi titik refleksi penting.
“Setelah Napoli, kami menganalisis kesalahan-kesalahan melawan lawan kuat, termasuk beberapa kesalahan individu,” jelas Locatelli.
“Kami tidak mengulangi sikap di babak pertama seperti saat melawan Napoli. Itu tidak boleh terjadi lagi.”
Pesan ini menegaskan perubahan mentalitas: Juventus kini lebih matang dalam mengelola laga besar.

Leave a Reply