Masa depan João Mário bersama Juventus kian berada di ujung tanduk. Wing-back asal Portugal itu disebut-sebut menuju perpisahan dengan Bianconeri, dan Crystal Palace muncul sebagai salah satu peminat serius.
Namun, klub Premier League tersebut tidak sendirian, persaingan datang dari berbagai penjuru Eropa.
Juventus memang melakukan perombakan skuad signifikan musim panas lalu dengan mendatangkan empat pemain baru ke Continassa.
Sayangnya, awal perjalanan mereka jauh dari kata mulus. Meski Loïs Openda, Jonathan David, dan Edon Zhegrova mulai menunjukkan tanda-tanda kebangkitan, João Mário justru semakin tenggelam.
João Mário Menghilang dari Proyek Juventus
Musim ini, João Mário baru mencatatkan 11 penampilan, dan hanya dua kali menjadi starter.
Lebih mengkhawatirkan, penampilan terakhirnya di starting XI terjadi pada September, indikasi kuat bahwa ia bukan bagian dari rencana utama.
Dengan situasi tersebut, sejumlah sumber meyakini Juventus kini siap memotong kerugian dan melepas eks bintang Porto itu pada kesempatan pertama.
Crystal Palace Tertarik, Tapi Bukan Satu-Satunya
Menurut Tuttosport via IlBianconero, Crystal Palace telah menyatakan ketertarikan pada João Mário. Profil pemain berusia 25 tahun tersebut dinilai cocok dengan formasi 3-4-2-1 racikan pelatih Oliver Glasner, yang menuntut wing-back dinamis dan disiplin.
Namun, Palace harus waspada. Laporan yang sama menyebutkan adanya minat dari klub-klub Premier League lain, serta peminat dari La Liga. Tak hanya itu, João Mário juga punya pelamar di Portugal, membuat persaingan semakin ketat.
Harga Jual dan Kalkulasi Juventus
Juventus mengeluarkan sekitar €12 juta untuk merekrut João Mário musim panas lalu.
Untuk menghindari kerugian kapital, manajemen Bianconeri menginginkan angka yang mendekati nilai tersebut jika transfer terealisasi.
Ini menjadi tantangan tersendiri, mengingat minimnya kontribusi sang pemain sejauh ini, namun reputasi, usia, dan pengalaman Eropa masih menjadi daya tarik.
Operasi Transfer yang Dinilai Merugikan
Banyak pengamat dan pendukung Juventus sepakat bahwa Juventus kalah dalam “deal ganda” yang melibatkan João Mário dan Alberto Costa, yang pindah ke Porto.
Costa, yang lebih muda, justru berkembang pesat. Ia telah menjadi starter reguler bagi Dragão, mencatatkan 25 penampilan di semua kompetisi dengan delapan assist kontras tajam dengan situasi João Mário di Turin.
Januari Jadi Momen Penentu
Menyesali masa lalu tak akan mengubah keadaan. Juventus kini fokus mencari solusi praktis: melepas João Mário pada Januari demi membuka ruang untuk mendatangkan pengganti yang lebih sesuai, setidaknya sosok yang mampu bersaing memperebutkan tempat utama di bawah arahan Luciano Spalletti.
Dengan banyaknya peminat dan kebutuhan mendesak Juventus di sektor wing-back, saga João Mário berpotensi menjadi salah satu cerita menarik di bursa transfer Januari 2026.

Leave a Reply