McKennie Ungkap Keistimewaan Spalletti dan Beri Sinyal Bertahan di Juventus

Kebangkitan Juventus dalam beberapa pekan terakhir tak lepas dari sentuhan Luciano Spalletti, dan Weston McKennie menjadi salah satu wajah utama perubahan tersebut.

Gelandang serba bisa asal Amerika Serikat itu bukan hanya kembali menemukan performa terbaiknya, tetapi juga menjelaskan apa yang membuat Spalletti begitu spesial sebagai pelatih.

Setelah start musim yang tersendat di bawah Igor Tudor, Juventus perlahan menemukan ritme dan identitas baru di bawah Spalletti.

Dua kemenangan krusial atas Bologna dan Roma membuat Bianconeri kini hanya terpaut satu poin dari zona Liga Champions.

Dalam fase kebangkitan ini, McKennie kembali menjadi starter otomatis, berkat kepercayaan penuh dari Spalletti.

Spalletti: Bukan Sekadar Taktisi, Tapi Pendidik

Saat menghadiri acara yayasan amalnya, McKennie’s Magical Youth Mission, McKennie mengungkapkan bagaimana metode Spalletti menyentuh kebutuhan skuad secara menyeluruh, bukan hanya di papan taktik.

“Kemenangan atas Roma sangat penting bagi Juventus, bagi kami, para fans, dan juga pelatih,” ujar McKennie kepada media (via IlBianconero).

“Ada masa-masa sulit, tapi sekarang kami sudah menemukan identitas,”

Menurut McKennie, Spalletti adalah pelatih yang mengajar, mendengarkan, dan berkomunikasi, kualitas yang membuat pesan taktiknya sampai dan dijalankan dengan konsisten.

“Spalletti adalah pelatih hebat; dia mengajarkan cara bermain dan tahu bagaimana melatih pemain. Saya sangat menyukainya. Semoga kami juga meraih tiga poin melawan Pisa,”

Detail Kecil, Dampak Besar

McKennie menekankan perhatian Spalletti pada hal-hal kecil, detail yang sering luput dari sorotan, tetapi menentukan konsistensi performa tim.

“Dia memperhatikan detail, hal-hal kecil yang biasanya tidak terlihat. Dia berbicara secara individual dengan setiap pemain. Di latihan, dia selalu meminta semua orang berkorban besar,”

Pendekatan ini tercermin pada disiplin kolektif Juventus: intensitas bertahan, transisi cepat, dan komitmen tanpa bola yang meningkat signifikan.

Serbabisa, Tapi Tetap Cinta Peran Asli

Musim ini McKennie dimainkan di hampir semua posisi, termasuk wing-back kanan, namun ia tak menutup preferensi pribadinya, yakni sebagai gelandang box-to-box

“Peran favorit saya? Berada di lapangan (tertawa). Saya suka bermain di tengah, sebagai nomor 8,”

Ia menggambarkan dirinya sebagai pemain yang membawa energi positif di ruang ganti, namun di lapangan siap berlari dan berkorban demi tim.

“Saya adalah seseorang yang ingin menyebarkan kebahagiaan dan membuat rekan-rekan setim saya tersenyum, tetapi di lapangan, saya melakukan pekerjaan saya dengan berlari dan berkorban,”

Harapan Bertahan di Turin

Di luar lapangan, McKennie juga berbicara soal masa depannya. Kontraknya akan habis pada akhir musim, dan ia berharap bisa memperpanjang masa baktinya di Turin, kota yang kini menjadi bagian penting hidupnya.

“Saya sempat bicara dengan ayah saya dan berkata, ‘Ya Tuhan, saya sudah hampir enam tahun di sini!’ Turin adalah bagian yang sangat penting dalam hidup saya,”

Mencapai 200 penampilan bersama Juventus menjadi tonggak emosional tersendiri—bagi keluarga, fans di Amerika, dan tentu bagi dirinya.

“Saya sangat bahagia mencapai 200 laga. Itu momen penting. Tidak mudah bertahan dan mencapai angka itu, tapi saya berhasil.”

Soal negosiasi, McKennie memilih menyerahkan kepada agennya.

“Saya serahkan urusan ini kepada agen saya. Kami berharap bisa bertahan di sini. Kita lihat saja.”

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*