Juventus terus bergerak aktif di bursa transfer untuk memperkuat lini tengah mereka.
Setelah beberapa nama besar masuk dalam radar, kini perhatian I Bianconeri tertuju pada sensasi baru Serie A musim ini: gelandang Sassuolo asal Kanada, Ismael Koné.
Di bawah pengawasan ketat manajemen Turin, Koné dianggap sebagai profil yang ideal untuk menambah kedinamisan skuad yang kini diracik oleh Luciano Spalletti.
Alternatif Strategis Setelah Penolakan Hojbjerg
Bukan rahasia lagi jika Juventus membutuhkan tenaga baru di lini tengah, baik untuk bursa transfer Januari maupun musim panas mendatang. Awalnya, nama Pierre-Emile Hojbjerg dari Marseille menjadi target utama.
Namun, pihak Marseille menegaskan bahwa pemain internasional Denmark tersebut tidak akan dilepas dari Stade Vélodrome.
Kondisi tersebut membuat Juventus mengalihkan bidikan mereka ke pemain milik Marseille lainnya yang saat ini sedang “meledak” di Italia, yakni Ismael Koné.
Siapa Sebenarnya Ismael Koné?
Ismael Koné adalah profil pemain modern yang sangat disukai pelatih masa kini. Lahir di Abidjan (Pantai Gading) dan besar di Kanada, perjalanan kariernya sangat dinamis:
- Awal Karier: Menonjol bersama Montreal di MLS sebelum diboyong Watford ke Inggris pada Januari 2023.
- Petualangan Prancis: Marseille membelinya pada musim panas 2024, namun ia sempat kesulitan mendapat menit bermain di bawah Roberto De Zerbi dan sempat dipinjamkan ke Stade Rennais.
- Pembuktian di Italia: Musim panas lalu, Sassuolo mengambil langkah berani dengan meminjamnya (beserta kewajiban beli). Hasilnya? Luar biasa.
Statistik Memukau di Serie A
Di bawah arahan Fabio Grosso di Sassuolo, pemain berusia 23 tahun ini tampil impresif:
- Penampilan Serie A: 14 kali bertanding.
- Mencetak 3 gol dari lini tengah.
- Momen Kunci: Mencetak gol pembuka yang mengejutkan saat melawan AC Milan di San Siro awal bulan ini.
Rencana Juventus: Operasi Musim Panas
Menurut laporan dari TuttoJuve, kepindahan Koné ke Turin kemungkinan besar tidak akan terjadi di bulan Januari. Ada beberapa faktor yang mendasarinya:
- Status Transfer: Sassuolo memiliki kewajiban untuk mempermanenkan Koné di akhir musim.
- Negosiasi dengan Carnevali: Setelah Sassuolo menebus sang pemain secara permanen, Juventus baru akan membuka pembicaraan dengan CEO Sassuolo, Giovanni Carnevali, yang dikenal memiliki hubungan bisnis yang baik namun alot dengan Juve.
- Stabilitas Sassuolo: Posisi Sassuolo yang nyaman di papan tengah membuat mereka tidak terburu-buru menjual aset berharganya di tengah musim.
Mengapa Koné Cocok untuk Juventus?
Ismael Koné menawarkan profil gelandang box-to-box yang kuat secara fisik namun tetap teknis.
Kemampuannya untuk menusuk ke kotak penalti lawan dan naluri mencetak golnya adalah atribut yang saat ini sangat dibutuhkan di lini tengah Juventus.
Jika tren positif ini berlanjut, Ismael Koné bukan hanya akan menjadi komoditas panas bagi Juventus, tapi juga salah satu gelandang paling diburu di Eropa pada musim panas mendatang.

Leave a Reply