Jonathan David Butuh Waktu Seperti Vlahovic: Juventus Diminta Bersabar

Label “flop” terlalu cepat mulai disematkan kepada Jonathan David. Penyerang anyar Juventus itu bahkan sudah dikaitkan dengan potensi penjualan pada bursa transfer Januari ini, sebuah narasi yang menunjukkan betapa cepatnya opini publik berubah di Turin.

Padahal, waktu kebersamaan David dengan Juventus masih sangat singkat. Ekspektasi tinggi yang mengiringi kedatangannya justru menjadi pedang bermata dua, terutama ketika dampak instan yang diharapkan belum terlihat di atas lapangan.

Awal Sulit dan Munculnya Keraguan

Jonathan David direkrut Juventus dengan status sebagai salah satu striker terbaik Ligue 1.

Ia diharapkan langsung menjadi solusi tajam di lini serang. Namun, adaptasi terhadap kerasnya Serie A, tuntutan taktik, serta tekanan bermain di klub sebesar Juventus terbukti tidak sederhana.

Sejumlah laporan bahkan menyoroti isu non-teknis, seperti kabar bahwa David tidak diajak makan malam bersama rekan setimnya, detail kecil yang kemudian dibesar-besarkan dan memicu spekulasi soal masa depannya di Allianz Stadium.

Kondisi tersebut membuat sorotan terhadap David semakin tajam. Minimnya kontribusi gol di fase awal musim berujung pada meningkatnya kritik dari fans dan pengamat, meski konteks adaptasi sering kali diabaikan.

Belajar dari Kisah Vlahovic

Seperti dilansir dari Juvefc.com, kritik terhadap David terasa semakin tidak adil jika menilik perjalanan Dusan Vlahovic sendiri. Saat pertama bergabung, striker asal Serbia itu juga membutuhkan waktu panjang untuk benar-benar membuktikan dirinya layak dipercaya.

Bahkan hingga kini, Vlahovic belum sepenuhnya mampu menyamai performa eksplosifnya bersama Fiorentina yang membuat Juventus rela mengeluarkan dana besar. Namun, satu hal patut diapresiasi: Juventus bersabar dan tidak pernah benar-benar meninggalkannya di masa sulit.

Kesabaran inilah yang kini seharusnya diterapkan pada Jonathan David.

Visi Jangka Panjang Juventus Tak Boleh Diganggu

Jonathan David direkrut bukan untuk solusi instan, melainkan sebagai bagian dari visi jangka panjang Juventus.

Memberinya waktu untuk beradaptasi dengan ritme Serie A, memahami sistem permainan, serta membangun chemistry dengan rekan setim adalah investasi yang tidak bisa dinilai dalam hitungan bulan.

Menghakimi terlalu cepat justru berisiko merusak rencana tersebut. Dengan dukungan yang tepat dan kepercayaan berkelanjutan, David masih memiliki semua kualitas untuk bersinar dan menjadi penyerang penting bagi Juventus.

Kesabaran Adalah Kunci

Dalam sepak bola modern yang serba instan, kesabaran sering kali menjadi barang langka. Namun, jika Juventus ingin konsisten membangun tim yang kuat dan berkelanjutan, mereka harus mengingat satu pelajaran penting: bahkan Vlahovic pun butuh waktu.

Jonathan David pantas mendapatkan kesempatan yang sama, bukan vonis dini.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*