Pelatih Juventus, Luciano Spalletti kembali mengingatkan bahwa status sebagai tim besar tidak datang secara otomatis.
Usai kemenangan 2-0 Juventus atas Pisa di Stadion Romeo Anconetani pada pekan ke-17 Serie A 2025-26, sang pelatih menegaskan bahwa Bianconeri wajib menunjukkan kekuatan mereka setiap kali menginjak lapangan, bukan hanya mengandalkan nama besar dan kualitas di atas kertas.
Kemenangan tersebut memang krusial, namun jauh dari kata mudah. Pisa memberi perlawanan sengit dan bahkan dua kali mengguncang mistar gawang lewat Stefano Moreo dan Matteo Tramoni, membuat Juventus harus bertahan dalam tekanan sebelum akhirnya mengunci hasil positif.
Laga Sulit di Cetilar Arena: Juventus Lolos dari Tekanan
Juventus sempat berada di ambang bahaya ketika Pisa tampil agresif, terutama di akhir babak pertama dan awal babak kedua. Intensitas tinggi tuan rumah membuat tempo permainan Bianconeri melambat dan kehilangan kontrol.
Gol pembuka baru hadir pada menit ke-73 melalui situasi tidak terduga. Umpan rendah Weston McKennie memantul dua kali sebelum Pierre Kalulu mendorong bola melewati garis gawang.
Di masa injury time, Juventus memastikan kemenangan lewat gol Kenan Yildiz, memanfaatkan aksi eksplosif Fabio Miretti yang menusuk dari lini tengah.
Spalletti Akui Juventus Tampil di Bawah Standar
Spalletti tidak menutupi fakta bahwa performa timnya masih jauh dari sempurna.
“Tempo kami lambat. Enam atau tujuh menit terakhir babak pertama dan enam atau tujuh menit awal babak kedua sangat buruk. Pisa merepotkan kami dengan intensitas mereka, dan kami cukup beruntung dalam beberapa situasi,” ujar Spalletti kepada Sky Sport Italia.
Ia mengakui peningkatan signifikan baru terlihat di babak kedua, terutama setelah Juventus mulai lebih kreatif dan berani mengisi kotak penalti.
“Di babak kedua kami punya kualitas yang lebih baik dan lebih inventif. Kami mulai menciptakan ruang di kotak penalti dan gol itu terasa pantas,”
Namun pesan utamanya tetap tegas:
“Kami harus bermain lebih baik. Dan kami memang harus melakukannya,”
Peran Zhegrova, Miretti, dan Perubahan Dinamika Permainan
Masuknya Edon Zhegrova menjadi titik balik. Winger tersebut berkontribusi besar dalam proses terciptanya gol pertama, meski kondisinya belum sepenuhnya ideal.
“Zhegrova baru sembuh dari flu dan demam tinggi selama tiga hari. Saya ragu dia bisa bertahan 35 menit, tapi kami harus mengambil risiko,” jelas Spalletti.
Selain Zhegrova, Spalletti juga memberi pujian kepada Fabio Miretti dan Khéphren Thuram, yang tampil semakin baik seiring berjalannya pertandingan. Kemenangan ini, menurut sang pelatih, memberi suntikan kepercayaan diri bagi skuadnya.
“Khephren Thuram tampil lebih baik seiring berjalannya pertandingan, saya sangat menyukai Miretti ketika ia masuk, jadi kemenangan ini meningkatkan kepercayaan diri kami,”
Rotasi dan Tantangan Taktik Juventus
Spalletti melakukan sejumlah perubahan dalam laga ini, termasuk mengembalikan Teun Koopmeiners ke posisi gelandang setelah beberapa pekan bermain di lini belakang.
“Dengan berbagai situasi pekan ini, saya harus melakukan perubahan. Koopmeiners belum menunjukkan kualitas terbaiknya di peran itu, mungkin karena efek pergantian posisi,” ungkap Spalletti.
Ia juga menyoroti kesulitan Juventus menghadapi fisik dan intensitas Pisa, terutama di fase kritis pertandingan ketika tuan rumah dua kali mengenai mistar gawang.
“Kami tidak terlalu kesulitan di babak kedua, tetapi pada periode akhir babak pertama dan awal babak kedua, kami kesulitan menghadapi kekuatan fisik Pisa dan mereka dua kali mengenai tiang gawang,”
Juventus Tim Kuat, Tapi Harus Membuktikannya Setiap Saat
Pernyataan paling tajam dari Spalletti datang saat menilai identitas timnya:
“Masalah kami adalah: kami tim yang kuat, tapi kami harus membuktikannya setiap kali melangkah ke lapangan. Dan di babak pertama, kami tampil di bawah standar dalam banyak aspek selama babak pertama,”
Pernyataan ini menjadi peringatan keras sekaligus motivasi bagi Juventus, terutama di tengah performa positif mereka belakangan ini.
Momentum Positif dan Peluang Scudetto
Kemenangan atas Pisa menjadi kemenangan ketujuh Juventus dalam delapan laga terakhir di semua kompetisi Serie A, Liga Champions, dan Coppa Italia.
Rangkaian hasil ini membuka kembali peluang Bianconeri untuk masuk dalam perburuan Scudetto, meski klasemen sementara masih belum sepenuhnya seimbang.
Sejumlah pesaing utama seperti Inter, Napoli, AC Milan, dan Bologna masih memiliki laga tunda karena tampil di ajang Supercoppa Italiana.

Leave a Reply