Juventus gagal melanjutkan tren positif mereka setelah hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Lecce di pekan ke-18 Serie A 2025-26, Minggu (4/1/2026) dini hari WIB.
Hasil ini terasa pahit bagi publik Allianz Stadium, terutama karena dominasi permainan tak diimbangi dengan efektivitas di depan gawang.
Kegagalan penalti Panenka Jonathan David mencerminkan buruknya penyelesaian akhir Juventus yang kembali terulang.
Dominasi Juventus Tanpa Hasil Maksimal
Di bawah asuhan Luciano Spalletti, Juventus sejatinya datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah memenangkan tujuh dari delapan laga terakhir di semua kompetisi sepanjang akhir 2025.
Spalletti kembali menurunkan formasi 4-2-3-1, dengan Francisco Conceicao pulih tepat waktu untuk tampil sejak menit awal.
Namun, absennya sejumlah pilar seperti Dusan Vlahovic, Federico Gatti, Daniele Rugani, dan Arkadiusz Milik mulai terasa, khususnya dalam urusan ketajaman.
Juventus langsung menekan sejak awal. Andrea Cambiaso memaksa kiper Wladimiro Falcone melakukan penyelamatan krusial dalam dua menit pertama, disusul aksi individu Kenan Yildiz yang terus merepotkan pertahanan Lecce.
Falcone Jadi Tembok Kokoh Lecce
Peluang demi peluang diciptakan Juventus. Jonathan David nyaris membuka keunggulan lewat sundulan hasil skema sepak pojok pendek, namun Falcone secara luar biasa menepis bola yang bahkan sempat membentur tiang gawang.
Tembakan Weston McKennie, Manuel Locatelli, hingga Cambiaso kembali gagal berbuah gol. Lemahnya penyelesaian akhir Juventus membuat dominasi mereka perlahan kehilangan dampak.
Lecce Kejutkan Juventus Lewat Banda
Momentum pertandingan berubah jelang turun minum. Kesalahan fatal berawal dari umpan lemah Cambiaso yang berhasil dipotong Lameck Banda.
Winger Lecce itu kemudian melewati Gleison Bremer sebelum melepaskan tembakan keras ke sudut atas gawang, membawa Lecce unggul 1-0 secara mengejutkan pada menit ke-45+2.
Gol tersebut menjadi bukti efektivitas Lecce, yang justru tampil klinis meski minim peluang.
Gol Balasan dan Penalti Panenka yang Gagal
Juventus merespons di babak kedua dengan memasukkan Edon Zhegrova, yang langsung memberi dampak.
Umpannya berujung pada situasi chaos di kotak penalti Lecce, di mana Weston McKennie sukses mencetak gol penyeimbang dari jarak dekat. Skor menjadi imbang 1-1 pada menit ke-49.
Tak lama berselang, Juventus mendapatkan peluang emas lewat penalti setelah VAR menilai handball Mohamed Kaba.
Jonathan David maju sebagai eksekutor, namun keputusan mencoba penalti Panenka yang lemah dan ke tengah berujung petaka. Falcone dengan mudah menepisnya.
Momen tersebut memicu kekecewaan besar dari tifosi, bahkan David mendapat sorakan sinis setelah kembali menyia-nyiakan peluang emas tak lama kemudian.
Akhir Dramatis, Hasil Tetap Imbang
Di menit-menit akhir, Juventus nyaris mencetak gol kemenangan. Kenan Yildiz melepaskan tembakan melengkung yang membentur tiang, sementara Lois Openda gagal memanfaatkan bola rebound.
Falcone kembali menjadi pahlawan Lecce lewat penyelamatan refleks luar biasa atas sepakan jarak dekat Jonathan David, memastikan skor 1-1 bertahan hingga peluit akhir.
Evaluasi Serius untuk Juventus
Hasil imbang ini menjadi peringatan bagi Juventus. Dominasi tanpa ketajaman jelas bukan formula kemenangan, terlebih di tengah persaingan ketat Serie A.
Masalah finishing dan mental di momen krusial kini menjadi pekerjaan rumah besar bagi Spalletti jika Bianconeri ingin tetap konsisten di papan atas.
Bagi Lecce, satu poin di Turin adalah hasil luar biasa: simbol disiplin, efektivitas, dan keberanian mencuri peluang di kandang raksasa Italia.

Leave a Reply