Jonathan David akhirnya kembali tersenyum bersama Juventus. Bintang asal Kanada itu tampil gemilang dengan satu gol dan satu assist saat Bianconeri menaklukkan Sassuolo 3-0 pada pekan ke-19 Serie A 2025-26.
Lebih dari sekadar kemenangan, laga ini menjadi momen penebusan bagi David setelah periode sulit yang sempat membayangi perjalanannya di Serie A.
Gol tersebut juga memiliki makna spesial. Itu adalah gol kedua Jonathan David di Serie A bersama Juventus, sekaligus mengakhiri puasa gol selama 135 hari di liga Italia, sebuah pelepas beban yang sangat dibutuhkan oleh striker berusia 25 tahun tersebut.
Dukungan Total Skuad Juventus untuk Jonathan David
Reaksi setelah gol David menjadi sorotan utama. Seluruh pemain Juventus, termasuk pelatih Luciano Spalletti, berlari menghampiri sang striker untuk memeluknya.
Selebrasi itu menjadi simbol kuat bahwa ruang ganti Juventus berdiri penuh di belakang David.
Beberapa hari sebelumnya, David sempat menjadi sasaran kritik tajam setelah gagal mengeksekusi penalti dalam hasil imbang 1-1 melawan Lecce.
Penalti tersebut bahkan bukan tugas resminya, namun tekanan publik tetap menghantamnya.
“Situasinya sangat berbeda ketika Anda berada di dalam tim. Saat seorang pemain menerima hinaan dan komentar negatif, wajar jika tim bertindak sebagai perisai,”
ujar Spalletti kepada DAZN Italia.
“Dia merasakan dukungan itu dalam beberapa hari terakhir dan tampil luar biasa malam ini. Golnya hanya menegaskan betapa banyak teman yang dia miliki di ruang ganti.”
Statistik Jonathan David di Juventus
Sejauh musim ini, Jonathan David telah mencatatkan 4 gol dari 25 penampilan di semua kompetisi bersama Juventus.
Meski belum sepenuhnya konsisten, kontribusinya kini semakin krusial, terutama dengan absennya Dusan Vlahovic yang dipastikan menepi selama beberapa pekan ke depan.
David kini bersaing langsung dengan Lois Openda untuk mengisi posisi starter di lini depan.
Dengan performa terakhirnya, peluang David untuk mendapatkan menit bermain reguler semakin terbuka.
Keyakinan Jesse Marsch: “David Tak Akan Berhenti Mencetak Gol”
Kepercayaan terhadap Jonathan David juga datang dari pelatih timnas Kanada, Jesse Marsch, yang menilai kritik terhadap anak asuhnya terlalu berlebihan.
“Saya mengenal Jonathan dengan sangat baik dan sama sekali tidak khawatir setelah dia gagal penalti melawan Lecce. Itu bisa terjadi pada siapa pun,”
kata Marsch kepada Gazzetta dello Sport.
Marsch bahkan memberikan pujian besar berdasarkan pengalamannya melatih striker kelas dunia:
“Saya pernah melatih Haaland di Salzburg dan Nkunku di Leipzig. Setelah Erling, yang merupakan monster, David adalah striker terbaik yang pernah saya latih,”
“Dia akan mencetak banyak gol.”
Jika momentum ini terus terjaga, Jonathan David bukan hanya menebus kesalahan masa lalu, ia bisa menjadi penentu nasib Juventus dalam perburuan target besar musim ini.

Leave a Reply