Spalletti Sebut Juventus Belum Selevel Inter dan Napoli Meski Menang 5-0 Atas Cremonese

Kemenangan fantastis Juventus dengan skor 5-0 atas Cremonese pada pekan ke-20 Serie A 2025-26 ternyata tidak membuat Luciano Spalletti jemawa.

Sang pelatih justru memberikan pernyataan mengejutkan dengan menyebut bahwa Si Nyonya Tua “belum berada di level yang sama” dengan duo raksasa lainnya, Inter Milan dan Napoli.

Pernyataan ini muncul di tengah euforia pendukung Bianconeri yang melihat timnya mulai merangsek naik ke papan atas klasemen Serie A. Namun, bagi Spalletti, performa di lapangan lebih dari sekadar skor akhir.

Dominasi Kontroversial di Allianz Stadium

Juventus memanfaatkan terpelesetnya tim-tim papan atas pada akhir pekan lalu dengan menghancurkan Cremonese lima gol tanpa balas.

Meski skor terlihat mencolok, Spalletti mengakui ada faktor keberuntungan yang menyertai timnya.

Gol pembuka lahir dari ketidaksengajaan Gleison Bremer yang membelokkan tembakan Fabio Miretti.

Selain itu, drama VAR juga mewarnai laga saat penalti Cremonese dibatalkan. Juventus baru benar-benar menunjukkan taringnya melalui eksekusi Kenan Yildiz, serta performa impresif Weston McKennie yang memaksa gol bunuh diri lawan dan mencetak satu gol sundulan.

“Saya harus mencatat bahwa menurut pandangan saya, kedua penalti hari ini seharusnya tidak diberikan,” ujar Spalletti kepada Sky Sport Italia, menunjukkan sikap objektifnya terhadap keputusan wasit.

Apakah Spalletti Sudah Perkirakan Performa Luar Biasa Seperti ini?

“Saat Anda mengambil pekerjaan ini, selalu ada kejutan, baik yang bagus maupun yang buruk, karena lapanganlah yang membuktikannya,”

“Kami memegang kendali, memainkan permainan yang bagus dan terorganisir dengan baik. Kami memiliki rasa lapar yang tepat melawan tim yang tahu apa yang mereka lakukan. Davide Nicola sangat mengenal kasta tertinggi ini dan tahu apa yang harus dilakukan skuadnya, jadi mereka terorganisir dengan baik dan siap bertarung,”

“Dengan sedikit keberuntungan, kami berhasil membuat hasil pertandingan berada di jalur yang benar sejak awal, namun kemudian kami juga sedikit tidak beruntung dengan penalti yang membentur tiang gawang itu. Saya rasa, dengan mempertimbangkan segala hal, kami memegang kendali, meskipun masih ada beberapa kegoyahan yang sulit untuk dihilangkan,”

Mengapa Juventus Belum “Selevel” Inter dan Napoli?

Meskipun Juventus kini mengoleksi 39 poin, menyamai perolehan Roma dan Napoli, Spalletti tetap realistis. Ia merujuk pada pertandingan antara Inter Milan dan Napoli sebagai standar tertinggi sepak bola Italia saat ini.

“Saya menyaksikan laga Inter-Napoli tadi malam; mereka menunjukkan level sepak bola tertinggi, permainan yang terbuka dan menyerang, dengan karakter serta ide-ide yang merepresentasikan pelatih mereka,”

“Saya pikir kami perlu banyak berkembang untuk mencapai level mereka, dan kami perlu mengambil langkah itu dengan cepat,” tegas Spalletti.

Ia melihat potensi besar pada skuadnya yang dihuni pemain muda tajam, namun konsistensi taktik tetap menjadi pekerjaan rumah utama.

“Saya telah melihat upaya besar dari para pemain ini, jadi saya merasa kita dapat melakukan peningkatan tersebut,”

Teka-Teki Kontrak: “Saya Tidak Tertarik”

Salah satu poin paling menarik dari wawancara Spalletti adalah sikapnya mengenai masa depan.

Kontraknya akan berakhir pada 30 Juni, tanpa klausul perpanjangan otomatis meskipun Juventus lolos ke Liga Champions.

Spalletti menegaskan bahwa ia tidak membutuhkan jaminan kertas. Ia ingin melatih karena gairah, bukan sekadar status.

“Saya sudah katakan bahwa saya adalah satu-satunya orang yang tidak butuh kontrak saat ini, karena jika saya harus memulai lagi dari awal, saya berharap bisa menemukan tim baru. Kami sudah membicarakan hal ini di awal dengan manajer umum dan sudah sangat jelas, jadi saya benar-benar tidak tertarik dengan urusan kontrak,” jawab Spalletti.

“Saya hanya ingin melihat para pemain ini memberi saya kegembiraan yang saya dapatkan dari sepak bola ketika saya mulai bermain sebagai anak-anak dan kemudian saat mulai melatih. Itulah yang membuat perbedaan bagi saya,”

“Saya juga akan katakan bahwa saya sempat ditanya soal kontrak sebelum pertandingan melawan Lecce, dan laga itu berakhir imbang. Jadi, jika saya ditanya pertanyaan ini sebelum pertandingan hari ini, saya tidak akan menjawabnya…”

Di antara alasan tidak adanya kontrak jangka panjang adalah fakta bahwa Spalletti baru saja mengalami pemecatan yang tidak biasa dari jabatan pelatih timnas Italia, jadi apakah pengalaman itu memukul mentalnya?

“Saya sudah tua sekarang, dan anak-anak saya selalu mengingatkan hal itu, jadi sulit untuk mengubah sikap dan pemikiran saya sekarang. Meski begitu, seseorang harus mencoba mengikuti perkembangan zaman. Saya memiliki pemain-pemain yang sangat tajam dan kuat, merekalah yang paling menentukan untuk melihat sejauh mana kita bisa melangkah.”

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*