Masa depan Davide Frattesi di Inter Milan semakin berada di persimpangan jalan. Meski diminati klub Premier League, Nottingham Forest, gelandang timnas Italia itu justru memilih bersabar dan menunggu peluang bergabung dengan Juventus, klub yang sejak lama mengaguminya.
Informasi ini diungkap langsung oleh pakar transfer ternama Fabrizio Romano, yang menegaskan bahwa Frattesi belum tergoda untuk melanjutkan karier di Inggris dan lebih memprioritaskan tetap bermain di Italia.
Frattesi Terpinggirkan di Inter Milan Era Chivu
Situasi Frattesi di Inter saat ini jauh dari ideal. Di bawah arahan Cristian Chivu, pemain berusia 26 tahun tersebut berada di urutan paling bawah dalam hierarki lini tengah Nerazzurri.
Ia harus bersaing dengan Enam nama sekaligus: Nicolo Barella, Hakan Calhanoglu, Henrikh Mkhitaryan, Petar Sucic, Piotr Zielinski, hingga Andy Diouf.
Kondisi ini membuat menit bermain Frattesi sangat terbatas, sebuah situasi yang berisiko, terutama dengan Piala Dunia yang mulai menghantui pikiran sang pemain.
Tak heran jika Frattesi mulai mengevaluasi opsi pada bursa transfer Januari ini.
Nottingham Forest Mendekat, Tapi Tak Ada Terobosan
Nama Frattesi sebenarnya sudah lama berada di radar Juventus, sejak masih membela Sassuolo. Ketertarikan itu kembali menguat setelah Luciano Spalletti ditunjuk sebagai pelatih, sosok yang sangat mengidolakan Frattesi.
Di era Spalletti bersama timnas Italia, Frattesi merupakan starter reguler dan bahkan menjadi gelandang tersubur Azzurri. Namun, kendala finansial membuat Juventus belum bisa melancarkan manuver konkret.
Berbeda dengan Forest yang disebut melakukan pendekatan langsung. Bahkan sempat beredar kabar bahwa klub Premier League itu hampir mencapai kesepakatan.
Namun, Romano menepis spekulasi tersebut.
“Soal Frattesi, saat ini kami tidak melihat sesuatu yang konkret, meskipun kembali ramai dibicarakan terkait Nottingham Forest,” ujar Romano di kanal YouTube Italia miliknya.
Ia juga mengungkap bahwa Inter sempat mencoba skema tukar pemain dengan Dan Ndoye, namun Forest menolak mentah-mentah. Selama sikap Forest terhadap Ndoye tidak berubah, negosiasi dipastikan mandek.
“Saya terus mengatakan bahwa Inter, sekitar sepuluh hari lalu mencoba melakukan pertukaran dengan Forest yang melibatkan Ndoye. Ndoye ditukar dengan Frattesi: Forest menolak. Kecuali Forest mengubah sikap mereka soal Ndoye, barulah Inter bisa membuka kembali pembicaraan. Untuk saat ini, jalur Nottingham Forest–Frattesi belum bergerak sama sekali,”
Frattesi Tegas: Italia Prioritas Utama
Romano menambahkan bahwa Frattesi tidak tertarik bermain di Nottingham. Prioritas sang pemain jelas: bertahan di Italia.
Frattesi siap memperjuangkan tempatnya kembali di Inter, sembari berharap tercipta celah untuk bereuni dengan Spalletti di Juventus sebelum bursa transfer ditutup.
“Prioritas Frattesi adalah tetap di Italia, entah bertahan di Inter dan berjuang, atau Juventus jika solusi memungkinkan,” jelas Romano.
Masalahnya, hingga kini terdapat perbedaan tajam antara Inter dan Juventus soal formula transfer. Juventus enggan terikat kewajiban membeli, sementara Inter menolak opsi pinjaman dengan hak beli, kebuntuan yang sudah berlangsung selama berminggu-minggu.
Apakah Juventus Masih Punya Ruang untuk Frattesi?
Secara taktik, Frattesi dinilai sebagai profil ideal bagi Spalletti untuk peran gelandang serang dalam skema 4-2-3-1.
Namun, Juventus saat ini masih memiliki alternatif seperti Fabio Miretti dan Weston McKennie, yang membuat urgensi transfer belum mencapai titik puncak.
Meski demikian, situasi bisa berubah cepat menjelang penutupan jendela transfer. Jika Juventus menemukan formula yang tepat, dan Inter bersedia melunak, skenario besar Frattesi ke Turin masih terbuka.

Leave a Reply