Juventus berhasil menjaga peluang lolos langsung ke babak 16 besar Liga Champions 2025-26 setelah meraih kemenangan krusial 2-0 atas Benfica pada matchday 7 fase liga, Kamis (22/1/2026) dini hari WIB.
Dalam laga penuh tensi ini, Khephren Thuram dan Weston McKennie tampil sebagai pahlawan, sementara kegagalan penalti Vangelis Pavlidis semakin memastikan malam kelam bagi tim asuhan Jose Mourinho.
Hasil ini menjadi suntikan moral penting bagi Si Nyonya Tua, yang sebelumnya terseok-seok di Liga Champions namun kini mulai menemukan kembali identitas mereka.
Momentum Kebangkitan Juventus di Liga Champions
Juventus hanya mampu meraih tiga hasil imbang dari empat laga awal Liga Champions. Namun, dua kemenangan beruntun atas Bodo/Glimt dan Pafos, ditambah hasil positif kontra Benfica, membuat asa lolos kembali terbuka.
Meski demikian, performa domestik mereka sempat terganggu usai kekalahan mengejutkan dari Cagliari di Serie A. Absennya Dusan Vlahovic dan Daniele Rugani juga memaksa Juventus melakukan sejumlah penyesuaian.
Di sisi lain, Benfica datang dengan kondisi tak ideal. Jose Mourinho kehilangan banyak pemain inti seperti Dodi Lukebakio, Richard Rios, Alexander Bah, hingga Samuel Soares, yang jelas memengaruhi kedalaman skuad.
Babak Pertama: Kesalahan Fatal dan Peluang Terbuang
Benfica sempat mengancam lebih dulu lewat Georgiy Sudakov, yang memaksa Michele Di Gregorio melakukan penyelamatan penting. Juventus membalas lewat Kenan Yildiz, namun tendangan melengkungnya masih mampu ditepis Anatoliy Trubin.
Juventus beberapa kali hampir dihukum akibat kesalahan saat membangun serangan dari belakang. Sudakov kembali mengancam, sementara Vangelis Pavlidis nyaris mencetak gol andai tidak dihentikan dengan brilian oleh Lloyd Kelly.
Peluang emas juga datang bagi Juventus jelang turun minum. Sayangnya, Jonathan David gagal memaksimalkan umpan silang Weston McKennie dengan sundulan lemah yang melebar.
Babak Kedua: Thuram dan McKennie Jadi Pembeda
Juventus tampil lebih agresif di babak kedua. Tekanan akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-55. Khephren Thuram memulai kombinasi apik bersama Jonathan David, lalu melepaskan tembakan rendah ke sudut dekat gawang untuk membawa Juventus unggul 1-0.
Hanya sembilan menit berselang (64’), Juventus menggandakan keunggulan. Weston McKennie mencetak gol setelah melakukan kerja sama satu-dua cepat dengan Jonathan David.
Gol ini menjadi gol ketiga McKennie secara beruntun di Liga Champions, menegaskan perannya sebagai motor lini tengah Juventus.
Drama Penalti Pavlidis dan Malam Apes Benfica
Benfica sebenarnya memiliki peluang untuk bangkit. Sundulan Aursnes sempat menghantam tiang, sementara Pavlidis beberapa kali mengancam dari jarak dekat.
Drama terjadi di menit-menit akhir ketika VAR menilai Gleison Bremer melakukan pelanggaran terhadap Barreiro di kotak penalti. Pavlidis maju sebagai eksekutor, namun terpeleset saat menendang, membuat bola melambung jauh dari sasaran.
Momen tersebut seakan merangkum nasib Benfica sepanjang laga—penuh peluang, namun nihil hasil.
Juventus Kian Percaya Diri Tatap Laga Penentuan
Kemenangan 2-0 ini menegaskan kebangkitan Juventus di Liga Champions. Performa solid lini tengah, efektivitas serangan, dan mentalitas kompetitif menjadi sinyal positif bagi Old Lady.
Tambahan tiga poin krusial ini mengangkat Juventus ke peringkat 15 klasemen Liga Champions dengan koleksi 12 poin dari Tujuh pertandingan, sekaligus menjaga peluang mereka untuk lolos langsung ke babak 16 besar tetap terbuka, dengan hanya menyisakan Satu laga.
Statistik Singkat
- Skor: Juventus 2-0 Benfica
- Gol: Thuram 55’ (J) dan McKennie 64’ (J)
- Penalti gagal: Pavlidis 81’ (B)

Leave a Reply