Thuram Pede Juventus Bisa Juara: “Scudetto Masih Terbuka”

Khephren Thuram menegaskan komitmennya bersama Juventus. Dalam wawancara eksklusif dengan La Gazzetta dello Sport menjelang laga penting melawan Napoli, gelandang asal Prancis itu mengungkapkan ambisinya untuk mulai meraih trofi dan mencatatkan namanya dalam sejarah klub.

Putra legenda Prancis Lilian Thuram ini juga menepis rumor kepindahan ke Inter Milan, seraya menegaskan bahwa dirinya merasa nyaman di Turin.

Bahagia di Juventus, Saatnya Juara

Thuram mengaku menikmati setiap momen bersama Bianconeri dan kini fokus pada target besar.

“Saya merasa baik di Juventus. Sekarang saya ingin mulai memenangkan trofi dan masuk dalam sejarah klub,” ujarnya.

Baginya, bermain di Juventus berarti selalu dituntut untuk meraih kemenangan, tanpa kompromi.

Mental Juara dan Tantangan Menghadapi Napoli

Menjelang duel kontra Napoli, Thuram menegaskan bahwa Juventus tidak boleh merasa takut.

“Kami punya tim dan pelatih berkualitas. Di Juventus, satu-satunya tujuan adalah menang,”

Ia juga memuji kekuatan Napoli, namun menegaskan mentalitas juara tetap menjadi identitas Juve.

“Napoli adalah tim yang kuat dan punya pelatih hebat. Ayah saya bilang bahwa Conte juga memiliki kepribadian besar saat masih menjadi pemain. Tapi kami adalah Juventus, dan di sini satu-satunya tujuan adalah menang,”

Peluang Scudetto Masih Terbuka

Soal peluang juara Serie A, Thuram memilih realistis namun optimistis.

“Dalam sepak bola, jangan pernah berkata tidak mungkin. Di Juventus, kamu selalu bermain untuk menang,”

Pernyataan ini menunjukkan keyakinan bahwa Bianconeri masih mampu bersaing di papan atas.

Peran Luciano Spalletti dalam Perkembangannya

Thuram memuji pelatih Luciano Spalletti sebagai sosok jenius yang membantunya berkembang.

Ia mengungkapkan bahwa Spalletti sangat detail dalam memberikan arahan, bahkan melalui catatan kecil di ruang video.

“Dia melihat hal-hal yang tidak bisa dilihat orang lain. Saya bisa menjadi pemain yang lebih kuat berkat dia,”

Didikan Ayah dan Filosofi Hidup

Sebagai anak Lilian Thuram, Khephren mengaku tidak pernah merasa diistimewakan.

“Keistimewaan saya bukan karena ayah saya terkenal, tapi karena saya punya ayah yang sangat mencintai saya,”

Setiap gol atau performa bagus pun selalu diikuti evaluasi dari sang ayah, bukan sekadar pujian.

Suasana Ruang Ganti Juventus yang Solid

Thuram juga menyoroti kuatnya kebersamaan di ruang ganti Juventus, memuji Weston McKennie sebagai sosok pemersatu tim.

“Weston tampil bagus di lapangan, tapi dia juga sosok penting di ruang ganti, selalu siap membantu. Dia sering mengadakan makan malam bersama di rumahnya: kami berkumpul untuk main kartu atau menonton pertandingan,”

Thuram kemudian menyebut rekan-rekannya dengan julukan khusus:

  • Yildiz: “magis”
  • Bremer: “kokoh”
  • David: “mematikan”

Menurutnya, chemistry inilah yang menjadi fondasi performa Juve.

Tolak Inter, Tegaskan Loyalitas

Menanggapi rumor ketertarikan Inter Milan, Thuram menjawab tegas:

“Saya baik-baik saja di Juventus dan saya tidak akan pernah ke Inter.”

Pernyataan ini sekaligus mematikan spekulasi transfer yang sempat berkembang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*