“Sudah Berakhir” – Chiellini Ungkap Alasan Juventus Gagal Datangkan En-Nesyri

Rencana Juventus untuk mendatangkan Youssef En-Nesyri dari Fenerbahce pada bursa transfer Januari ini resmi kandas.

Direktur Strategi Sepak Bola Bianconeri, Giorgio Chiellini, secara terbuka mengonfirmasi bahwa negosiasi dengan striker asal Maroko tersebut telah berakhir dan tidak akan dilanjutkan.

Pernyataan tegas ini sekaligus mengakhiri spekulasi panjang yang sempat mengiringi upaya Juventus memperkuat lini serang mereka.

Juventus Gencar Cari Striker Baru

Dalam beberapa pekan terakhir, Juventus memang mempercepat perburuan penyerang tengah. Langkah ini diambil untuk meningkatkan daya gedor tim dalam persaingan Serie A dan Liga Champions.

Target awal mereka adalah Jean-Philippe Mateta. Namun, negosiasi dengan Crystal Palace gagal mencapai kesepakatan.

Setelah itu, Juventus mengalihkan fokus ke En-Nesyri. Direktur olahraga Marco Ottolini bahkan terbang langsung ke Istanbul dan berhasil mencapai kesepakatan dengan Fenerbahce.

Sayangnya, kesepakatan antar klub tidak diikuti persetujuan sang pemain.

Keraguan En-Nesyri Jadi Penghambat

Meski sempat disebut hampir rampung, keraguan mulai muncul ketika En-Nesyri dikabarkan belum yakin dengan kepindahannya ke Turin.

Beberapa laporan menyebutkan bahwa striker berusia 28 tahun itu masih menunggu kemungkinan kembali ke Sevilla, klub lamanya yang ingin memboyongnya pulang ke Andalusia.

Situasi ini membuat proses transfer semakin rumit dan penuh ketidakpastian.

Penjelasan Tegas Giorgio Chiellini

Menjelang laga Juventus vs Napoli yang berakhir 3-0, Chiellini memberikan klarifikasi langsung kepada media.

Legenda hidup Juventus itu menegaskan bahwa perbedaan konsep transfer menjadi penyebab utama kegagalan negosiasi.

“Pemain tersebut menyatakan keraguan terhadap formula transfer,” ujar Chiellini kepada Sky Sport Italia.

“Bagi kami, saat ini negosiasi sudah ditutup. Kami tidak ingin membelinya secara langsung (permanen),”

Ia menambahkan bahwa Juventus hanya tertarik pada skema peminjaman dengan opsi pembelian, sementara En-Nesyri menginginkan transfer permanen.

“Kami akan tetap waspada jika ada peluang lain, tetapi untuk sekarang, semuanya sudah berakhir,” tegasnya.

Keputusan Juventus menolak transfer permanen menunjukkan kehati-hatian klub dalam mengelola keuangan. Manajemen ingin memastikan setiap pembelian sesuai dengan rencana jangka panjang.

Strategi ini juga mencerminkan fokus Juventus pada keseimbangan antara kualitas skuad dan stabilitas finansial.

Dalam kasus En-Nesyri, klub menilai risiko terlalu besar jika harus langsung membeli tanpa opsi evaluasi lebih dulu.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*