Pelatih Napoli, Antonio Conte, meluapkan kekecewaan sekaligus kebanggaannya terhadap para pemain setelah timnya tumbang 0-3 dari Juventus di Allianz Stadium dalam laga pekan ke-22 Serie A 2025-26, Senin (26/1/2026) dini hari WIB.
Dalam wawancara bersama DAZN usai laga, Conte menyoroti beratnya situasi yang tengah dihadapi Partenopei, mulai dari badai cedera hingga jadwal padat yang menguras fisik.
Menurut Conte, skor besar tersebut tidak sepenuhnya mencerminkan jalannya pertandingan, terutama di fase awal laga.
Laga Berjalan Seimbang hingga Gol Kedua Juventus
Conte menegaskan bahwa Napoli mampu mengimbangi permainan Juventus saat skor masih 1-0.
“Selama masih 1-0, pertandingan berjalan sangat seimbang. Dalam situasi seperti itu, satu momen saja bisa mengubah segalanya,” ujar Conte.
Namun, gol kedua Juventus menjadi pukulan mental besar bagi skuadnya. Upaya melakukan perubahan dengan keterbatasan pemain justru berujung kebobolan gol ketiga.
“Setelah gol kedua, wajar jika itu menjadi pukulan besar secara psikologis. Kami mencoba dengan sedikit pergantian yang kami miliki untuk bermain lebih ofensif, tetapi justru kebobolan gol ketiga,”
Menariknya, Conte juga mengungkap pengalaman unik dalam kariernya.
“Untuk pertama kalinya, saya memainkan pemain yang belum pernah saya lihat berlatih sama sekali. Ini hal yang sangat tidak biasa bagi seorang pelatih,” tambahnya.
Darurat Cedera: Napoli dalam Kondisi “Super Emergency”
Masalah utama Napoli saat ini adalah krisis pemain akibat cedera. Conte menyebut situasi timnya sudah masuk kategori darurat ekstrem.
“Di Serie A, kami terakhir kali kalah melawan Udinese, dan sejak saat itu banyak hal terjadi, termasuk Supercoppa, dan di sana pun kami dalam kondisi darurat. Sekarang kami berada dalam situasi darurat yang sangat parah, hampir mustahil untuk terus melangkah. Namun, kami tetap harus melanjutkan,”
“Itulah mengapa para pemain ini pantas dipuji. Bermain dengan intensitas seperti ini, dengan waktu pemulihan yang sangat sedikit, sambil melihat skuad semakin menipis, dengan cedera yang bukan hanya sepuluh hari… Sekarang Neres juga harus menjalani operasi. Kami terus kehilangan pemain. Kemarin kami juga kehilangan Milinkovic-Savic karena masalah fisik. Mazzocchi hari ini sebenarnya juga bisa membantu,”
“Dengan kondisi seperti ini, semuanya menjadi sangat sulit. Tapi pada saat yang sama, kami tidak boleh menyerah sedikit pun. Perahu kami berada di tengah laut, dengan ombak yang sangat tinggi, dan itu berbahaya. Namun, tidak ada yang mau turun, demi kehormatan, demi harga diri sebagai manusia, karena kami harus menjadi manusia terlebih dahulu sebelum menjadi atlet,”
Jadwal Padat dan Tekanan Kompetisi
Di tengah keterbatasan skuad, Napoli masih harus menghadapi lawan berat dalam waktu dekat, seperti Chelsea dan Fiorentina.
“Ini bukan pertandingan mudah. Kami menghadapi tim besar, bukan tim papan bawah,” tegas Conte.
Ia juga mengakui bahwa beberapa pemain inti harus terus bermain tanpa jeda istirahat ideal, sehingga meningkatkan risiko cedera.
Tidak Mau Bahas Wasit, Fokus ke Tim
Terkait duel antara Bremer dan Hojlund yang memicu kontroversi, Conte memilih untuk tidak memperpanjang polemik.
“Saya tidak ingin mengomentari keputusan wasit. Tidak ada gunanya membahas hal yang tidak berubah,” katanya.
Sikap ini menunjukkan fokus Conte tetap tertuju pada kondisi internal tim.
Apresiasi untuk Para Pemain: “Mereka Pertaruhkan Keselamatan”
Bagian paling emosional dari pernyataan Conte adalah ketika ia membela para pemainnya yang terus berjuang di tengah keterbatasan.
“Mereka pantas dipeluk satu per satu. Banyak dari mereka mempertaruhkan keselamatannya di lapangan,” ucapnya.
Conte secara khusus menyebut beberapa nama yang terus tampil tanpa henti, seperti:
- Di Lorenzo
- Scott McTominay
- Stanislav Lobotka
- Rasmus Hojlund
“Ada beberapa pemain, seperti Di Lorenzo, McTominay, Lobotka, dan Hojlund, yang selalu bermain dan juga merupakan pemain tim nasional. Itu tidak mudah,”
Bahkan soal kondisi Romelu Lukaku, Conte mengakui sang striker belum siap tampil penuh.
“Dia baru bisa main 10 menit. Kami sedang bersiap untuk ‘keajaiban.”

Leave a Reply