Spalletti Kritik Kualitas Juventus Usai Imbang Lawan Monaco

Juventus harus puas berbagi poin setelah bermain imbang 0-0 kontra AS Monaco dalam laga terakhir fase liga Liga Champions 2025/26.

Meski memastikan tiket ke babak play-off, performa Bianconeri menuai kritik tajam dari sang pelatih, Luciano Spalletti.

Pelatih asal Italia itu menilai anak asuhnya tampil kurang tajam, lambat dalam membangun serangan, serta minim kualitas di sepertiga akhir lapangan.

Namun, Spalletti tetap optimistis Juventus mampu berbicara banyak di fase gugur nanti.

Juventus Tampil Hati-Hati, Fokus Amankan Tiket Play-off

Bertandang ke Stade Louis II, Juventus sejatinya sudah mengamankan posisi di zona play-off. Situasi ini membuat mereka bermain relatif aman dan tidak terlalu agresif mengejar kemenangan.

Meski melakukan banyak rotasi pemain, Juve mampu menahan Monaco yang tampil solid di kandang dan menutup fase liga tanpa kekalahan di markas sendiri.

Hasil imbang ini membawa Juventus finis di posisi ke-13 klasemen fase liga Liga Champions.

Spalletti: Juventus Kehilangan Tempo dan Kualitas

Dalam wawancara bersama Sky Sport Italia, Luciano Spalletti mengungkapkan bahwa faktor kelelahan menjadi salah satu penyebab utama performa kurang maksimal timnya.

“Ada kelelahan yang mulai terasa, jadi saya melakukan perubahan untuk mencari tempo yang lebih baik. Namun, kami tidak berhasil menciptakannya,” ujar Spalletti.

Ia juga memuji gaya bermain Monaco yang agresif dan cepat dalam melakukan serangan balik.

“Mereka memaksa kami terus berlari kembali sejauh 100 meter. Serangan balik mereka sangat melelahkan,” tambahnya.

Rotasi Pemain Tak Maksimal, Kualitas Menurun

Spalletti menilai para pemain pengganti sebenarnya tampil cukup baik. Namun, secara keseluruhan kualitas permainan tim menurun.

“Ketika kualitas tim secara keseluruhan turun, maka performa individu juga ikut turun,” jelasnya.

Ia menyoroti banyaknya kesalahan umpan, lambatnya pergerakan, serta kurangnya kreativitas dari lini tengah hingga depan.

“Kami terlalu banyak salah passing, bermain terlalu lambat, dan kurang kualitas di area menyerang,” tegas Spalletti.

Juventus Mulai Bangkit di Liga Champions

Meski tampil kurang maksimal di laga ini, Spalletti menilai perkembangan Juventus cukup positif jika dibandingkan awal kompetisi.

Pada empat laga awal, Juventus hanya meraih tiga hasil imbang. Namun, mereka kemudian mencatatkan tiga kemenangan beruntun sebelum ditahan Monaco.

“Sekarang kepercayaan diri kami meningkat. Ini penting untuk membuktikan siapa diri kami sebenarnya,” ujar Spalletti.

Pertahanan Solid, Lini Serang Perlu Evaluasi

Spalletti juga memberikan pujian pada lini pertahanan Juventus yang mampu meredam serangan balik Monaco.

Namun, ia menegaskan bahwa lini tengah dan depan harus segera berbenah.

“Secara defensif kami cukup baik. Tapi dari lini tengah ke depan, kami seharusnya bisa tampil lebih berkualitas,” katanya.

Tantangan Berat Menanti di Fase Gugur

Dengan finis di peringkat 13, Juventus akan menghadapi Club Brugge atau Galatasaray di babak play-off. Jika lolos, mereka berpotensi bertemu Liverpool atau Tottenham Hotspur di babak 16 besar.

Meski jalur berat menanti, Spalletti tetap percaya diri.

“Kami siap menghadapi siapa pun. Kami punya potensi untuk bersaing melawan tim mana pun,” ucapnya optimistis.

Saat ditanya soal kemungkinan bertemu Victor Osimhen, mantan striker Napoli, Spalletti tersenyum.

“Kami sudah menghadapi penyerang cepat hari ini. Itu bagian dari tantangan yang harus kami hadapi.” Tutupnya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*