Petualangan Jeremie Boga bersama Juventus akhirnya resmi dimulai. Winger asal Pantai Gading itu mencatatkan debut perdananya dengan seragam Bianconeri saat menghadapi Atalanta pada laga perempat final Coppa Italia 2025-26.
Meski berakhir dengan hasil mengecewakan, momen ini tetap menjadi sorotan penting bagi masa depan lini serang Juventus.
Didatangkan pada detik-detik terakhir bursa transfer musim dingin lalu dari Nice dengan status pinjaman plus opsi pembelian, Boga langsung mendapat kepercayaan dari pelatih Luciano Spalletti untuk tampil di laga krusial.
Keputusan Berani Spalletti di Tengah Tekanan
Dalam situasi tertinggal 1-0, Spalletti mengambil langkah berani pada menit ke-64. Ia menarik keluar bek tengah Federico Gatti dan memasukkan Jeremie Boga untuk memperkuat daya gedor tim.
Pergantian ini menandai perubahan taktik Juventus menjadi lebih ofensif. Spalletti memilih meninggalkan pendekatan defensif dan mendorong tim bermain lebih agresif demi mengejar ketertinggalan.
Keputusan tersebut menunjukkan bahwa Boga tidak hanya didatangkan sebagai pelapis, tetapi juga sebagai opsi strategis dalam laga-laga besar.
Debut Penuh Makna di Hadapan Mantan Klub
Debut Boga terasa semakin spesial karena terjadi saat melawan mantan klubnya, Atalanta.
Sebelum hijrah ke Ligue 1, pemain kelahiran 1997 ini sempat membela La Dea dan meninggalkan kesan positif di Bergamo.
Berstatus sebagai lawan, Boga mencoba membuktikan kualitasnya sekaligus membantu Juventus bangkit. Meski waktu bermainnya terbatas, kehadirannya memberi warna baru dalam serangan Bianconeri.
Kontribusi Awal dan Peran di Lini Serang
Dalam menit-menit yang ia jalani, Boga tampil aktif mencari ruang, berani melakukan duel satu lawan satu, serta mencoba membuka pertahanan lawan dari sisi sayap.
Beberapa kali ia menjadi pemicu serangan lewat dribel dan pergerakan tanpa bola. Walau belum mampu mencetak gol atau assist, debut ini menjadi fondasi penting bagi adaptasinya dalam skema permainan Spalletti.
Kehadiran Boga juga memberi variasi baru di lini depan, terutama di tengah krisis striker yang tengah dialami Juventus.
Solusi Alternatif di Tengah Krisis Penyerang
Absennya Dusan Vlahovic membuat Juventus kekurangan opsi tajam di ujung tombak. Dalam kondisi ini, Jeremie Boga berpotensi menjadi senjata alternatif bagi Spalletti.
Kecepatan, kreativitas, dan kemampuan individunya dapat membantu memecah kebuntuan, terutama saat menghadapi tim-tim yang bermain bertahan.
Jika mampu tampil konsisten, bukan tidak mungkin Boga akan mendapat peran lebih besar dalam skema utama Bianconeri.
Dengan jadwal padat di Serie A dan kompetisi Eropa, Juventus membutuhkan kedalaman skuad yang solid. Boga berpeluang menjadi bagian penting dalam proyek kebangkitan tim.
Kini, tantangan berikutnya adalah membuktikan kualitasnya secara konsisten dan menjawab ekspektasi publik Turin.

Leave a Reply