Lini Belakang Juventus Jadi Sorotan Usai Kalah Telak dari Atalanta

Kekalahan telak dari Atalanta dengan skor 0-3 di perempat final Coppa Italia 2025-26 menjadi pukulan serius bagi Juventus.

Hasil tersebut tidak hanya menghentikan langkah Juve di kompetisi piala, tetapi juga memunculkan tanda tanya besar terkait kualitas pertahanan Bianconeri.

Padahal, sebelum laga di Bergamo, Juventus tengah berada dalam tren positif. Lini belakang mereka bahkan dipuji sebagai salah satu yang paling solid dalam beberapa pekan terakhir. Namun, semua pujian itu seakan runtuh dalam Satu malam.

Pertahanan Juventus yang Mulai Dipertanyakan

Dalam beberapa pertandingan sebelumnya, Juventus tampil disiplin dan terorganisasi di sektor pertahanan. Koordinasi antarbek, perlindungan dari lini tengah, serta peran kiper berjalan cukup efektif.

Banyak pengamat menilai bahwa Juve memiliki modal kuat untuk meredam agresivitas Atalanta. Mereka datang ke Bergamo dengan rasa percaya diri tinggi dan target untuk melaju ke semifinal.

Namun, realitas di lapangan berkata lain. Juventus justru tampil rapuh, kebobolan tiga gol, dan gagal mencetak satu pun gol balasan. Kekalahan ini membuka kembali diskusi soal konsistensi lini belakang mereka.

Massimo Piscedda: “Pertahanan Juventus Sering Kehilangan Fokus”

Pengamat sepak bola Italia, Massimo Piscedda, menjadi salah satu sosok yang paling vokal mengkritisi pertahanan Juventus usai laga tersebut.

Dalam wawancaranya dengan Tuttojuve jelang laga kontra Lazio di pekan ke-24 Serie A 2025-26, Piscedda menyoroti masalah utama yang menurutnya masih menghantui skuad Luciano Spalletti.

“Di atas kertas, Lazio memang underdog melawan Juventus. Tapi pertandingan harus dimainkan. Tim Spalletti rentan dalam beberapa aspek. Titik lemahnya? Pertahanan mereka terkadang lengah. Jadi Lazio bisa mencetak gol. Masalahnya, lini serang Lazio juga harus bangkit di waktu yang sama,” ujar Piscedda.

Pernyataan ini menegaskan bahwa persoalan utama bukan terletak pada kualitas individu, melainkan pada konsentrasi dan fokus saat bertahan.

Masalah Konsentrasi Jadi Biang Kerok

Menurut Piscedda, Juventus kerap kehilangan kewaspadaan di momen-momen krusial. Situasi ini membuat lawan lebih mudah menemukan celah, terutama saat melakukan serangan balik cepat atau memanfaatkan bola mati.

Dalam laga melawan Atalanta, beberapa gol tercipta akibat kurangnya antisipasi dan koordinasi antar pemain belakang. Kesalahan kecil tersebut berujung fatal.

Padahal, di level tertinggi, satu momen kehilangan fokus saja bisa menentukan hasil akhir pertandingan.

Dampak Kekalahan terhadap Mental Tim

Kekalahan tanpa mencetak gol di Coppa Italia juga berpotensi memengaruhi mental pemain. Rasa percaya diri yang sempat tumbuh berkat performa positif sebelumnya kini kembali diuji.

Jika tidak segera dibenahi, masalah di lini belakang bisa menjadi beban dalam pertandingan-pertandingan penting berikutnya, termasuk di Serie A.

Apalagi, Juventus akan menghadapi lawan-lawan yang memiliki daya serang berbahaya, seperti Lazio dan Inter Milan, yang siap memanfaatkan kesalahan sekecil apa pun.

Tugas Berat Spalletti Membenahi Pertahanan

Bagi Luciano Spalletti, kekalahan ini menjadi alarm penting. Ia harus segera melakukan evaluasi menyeluruh, baik dari sisi taktik, komunikasi antar pemain, maupun mental bertanding.

Kemungkinan besar, sesi latihan ke depan akan lebih difokuskan pada:

  • Peningkatan koordinasi antar bek
  • Antisipasi serangan balik
  • Konsentrasi dalam situasi bola mati
  • Transisi bertahan yang lebih cepat

Perbaikan di sektor ini sangat krusial jika Juventus ingin tetap kompetitif di semua ajang.

Peluang Bangkit Masih Terbuka

Meski menuai kritik, Juventus tetap memiliki kualitas untuk bangkit. Secara keseluruhan, mereka masih memiliki skuad yang kuat dan pengalaman di level tertinggi.

Kekalahan dari Atalanta bisa menjadi pelajaran berharga untuk memperbaiki kelemahan yang selama ini tersembunyi di balik hasil positif.

Jika mampu meningkatkan konsistensi dan fokus di lini belakang, Juventus masih berpeluang besar menutup musim dengan prestasi membanggakan.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*