Legenda hidup Juventus, Alessandro Del Piero, akhirnya angkat bicara setelah kekalahan telak 2-5 dari Galatasaray pada leg pertama play-off Liga Champions 2025-26.
Dalam pandangannya, hasil pahit itu adalah cerminan nyata kondisi Juventus saat ini, bahkan ia menyebut tersingkir dari kompetisi Eropa mungkin bukan “bencana terbesar” bagi tim.
Kekalahan di Istanbul membuat Bianconeri kini menghadapi misi nyaris mustahil di leg kedua di Allianz Stadium. Mereka wajib menang dengan selisih minimal tiga gol untuk menjaga asa lolos ke babak 16 besar.
Juventus Sempat Unggul, Lalu Runtuh
Pertandingan sebenarnya sempat memberi harapan. Galatasaray membuka skor melalui Gabriel Sara, namun Juventus bangkit dan menutup babak pertama dengan keunggulan 2-1 berkat dua gol dari Teun Koopmeiners.
Namun babak kedua menjadi mimpi buruk. Gol ganda dari Noa Lang, ditambah kontribusi Davinson Sanchez dan Sacha Boey, membuat tuan rumah berpesta. Situasi semakin rumit setelah Juan Cabal diganjar kartu merah pada menit ke-67.
Juventus benar-benar kehilangan kendali, baik secara mental maupun fisik.
Del Piero: “Jika Tidak di Level Terbaik, Ini Risikonya”
Berbicara sebagai analis di Sky Sport Italia, Del Piero tidak menutupi kekecewaannya terhadap performa tim asuhan Luciano Spalletti.
“Jika Juventus tidak berada di level terbaiknya, maka inilah risikonya. Itulah realitanya,” tegas Del Piero.
Menurutnya, tim terlalu mudah melakukan kesalahan sederhana yang langsung dihukum lawan. Ia juga menyoroti absennya “kehadiran nyata” di lapangan, sebuah kritik terhadap mentalitas dan intensitas permainan.
“Mereka berisiko melakukan kesalahan-kesalahan sepele yang langsung dihukum, dan berisiko tidak memiliki kehadiran yang nyata di atas lapangan,”
“Galatasaray memainkan laga luar biasa. Mereka tampil lebih baik. Juventus kesulitan, secara mental dan fisik,” lanjut mantan nomor 10 legendaris tersebut.
Jadwal Padat Jadi Masalah?
Del Piero juga menyinggung padatnya jadwal sebagai faktor penting. Bermain setiap tiga hari menuntut konsistensi di level tertinggi.
“Saat Anda bermain setiap tiga hari dan harus tampil maksimal di setiap pertandingan, di situlah potensi sebenarnya sebuah tim terlihat,”
“Jika Juve tidak dapat menemukan itu, mereka akan kesulitan dengan tiga pertandingan seminggu, terlepas dari apa yang telah mereka tunjukkan di minggu-minggu sebelumnya,”
Tersingkir dari Liga Champions Justru Menguntungkan?
Dalam pernyataan yang cukup mengejutkan, Del Piero mengakui bahwa tersingkir dari Liga Champions mungkin tidak sepenuhnya buruk bagi Juventus musim ini.
“Mungkin bukan yang terburuk bagi Juventus untuk bermain satu pertandingan per pekan.”
Pernyataan ini menyiratkan bahwa fokus penuh ke kompetisi domestik bisa menjadi strategi realistis, terutama jika skuad belum cukup matang menghadapi tekanan multi-kompetisi.

Leave a Reply