Kekalahan telak 5-2 dari Galatasaray di Istanbul menjadi pukulan keras bagi Juventus. Bukan hanya soal skor, tetapi juga catatan sejarah yang membayangi Bianconeri jelang leg kedua play-off UEFA Champions League 2025-26.
Hasil ini membuat Juventus berada di ujung tanduk. Untuk lolos ke babak 16 besar, mereka wajib meraih kemenangan dengan selisih minimal tiga gol di Allianz Stadium. Sebuah misi yang bukan sekadar sulit, melainkan hampir mustahil jika melihat rekam jejak historis.
Rekor Buruk yang Menghantui Juventus
Kekalahan 5-2 tersebut menjadi kali kedua dalam sejarah Juventus kebobolan lima gol atau lebih dalam satu laga kompetisi Eropa.
Terakhir kali itu terjadi adalah saat mereka dihajar 7-0 oleh Wiener Sport-Club pada Piala Champions 1958/59.
Statistik ini mempertegas betapa langkanya situasi seperti ini bagi klub sebesar Juventus.
Namun, yang lebih mengkhawatirkan adalah fakta bahwa klub-klub Italia hampir selalu tersingkir ketika kebobolan lima gol di leg pertama fase gugur Eropa.
Berikut beberapa preseden pahit yang menjadi alarm bagi Bianconeri:
- Valencia 5-2 Lazio (Liga Champions 1999/2000)
- Inter 2-5 Schalke (Liga Champions 2010/11)
- Liverpool 5-2 Roma (Liga Champions 2017/18)
- Manchester United 6-2 Roma (Liga Europa 2020/21)
Dalam keempat kasus tersebut, tim Italia gagal membalikkan keadaan di leg kedua dan akhirnya tersingkir.
Artinya? Juventus harus melakukan sesuatu yang belum pernah berhasil dilakukan klub Italia lain dalam situasi serupa.
Apa yang Harus Dilakukan Juventus?
Untuk menjaga asa ke 16 besar, Juventus minimal harus menang 3-0 demi memaksakan perpanjangan waktu. Jika kebobolan satu gol saja, mereka harus mencetak setidaknya empat.
Tantangan ini semakin berat karena:
- Gleison Bremer mengalami cedera
- Juan Cabal terkena kartu merah di leg pertama
- Performa defensif sedang rapuh
- Tekanan psikologis sangat tinggi
Secara matematis, peluang itu ada. Namun secara historis dan mentalitas, ini adalah ujian terbesar musim ini.
Leg kedua nanti bukan sekadar pertandingan. Ini adalah penentu arah musim Juventus. Jika gagal, mereka harus fokus pada Serie A dan menerima kenyataan pahit tersingkir lebih awal dari kompetisi elite Eropa.
Namun jika berhasil? Itu akan menjadi salah satu comeback terbesar dalam sejarah klub.

Leave a Reply