Pelatih Juventus, Luciano Spalletti seperti biasa melakukan sesi konferensi pers jelang laga pekan ke-30 Serie A 2025-26 melawan Sassuolo, Minggu (22/3/2026) pukul 02.45 WIB.
Dalam kesempatan tersebut, ia membahas sejumlah isu penting, mulai dari kondisi Dusan Vlahovic, situasi kontraknya sendiri, hingga ambisi besar menembus zona Liga Champions.
Kondisi Vlahovic Masih Tanda Tanya
Salah satu sorotan utama adalah kondisi Dusan Vlahovic yang sempat absen akibat cedera. Spalletti memilih berhati-hati dalam memberikan kepastian.
Ia menyatakan bahwa masih ada beberapa pemain yang perlu dipantau kondisinya hingga menjelang pertandingan. Kepastian soal siapa yang siap tampil akan ditentukan berdasarkan daftar skuad resmi.
Meski begitu, potensi kembalinya Vlahovic tentu menjadi kabar baik bagi Juventus. Striker asal Serbia itu merupakan tumpuan utama lini serang dan bisa menjadi pembeda dalam fase krusial musim ini.
“Ada beberapa pemain yang mengalami sedikit masalah fisik dan masih perlu dievaluasi, kami akan mendapatkan gambaran akhir besok pagi,” ujarnya, dikutip melalui Football-Italia.
Sinyal Terbuka untuk Perpanjangan Kontrak
Tak hanya membahas tim, Spalletti juga menyinggung masa depannya di Juventus. Ia mengaku terbuka untuk berdiskusi dengan manajemen terkait perpanjangan kontrak.
Menurutnya, jeda internasional adalah waktu yang ideal untuk melakukan pembicaraan serius karena tekanan pertandingan berkurang.
“Saya siap mendengarkan apa yang ingin disampaikan klub,” tegasnya.
Namun, ia juga menegaskan belum ingin berbicara soal target transfer sebelum kontraknya sendiri benar-benar jelas. Bahkan dengan nada santai, ia menyebut akan terasa “aneh” jika membahas pemain baru tanpa kepastian masa depannya.
Target Zona Liga Champions
Dengan hanya Sembilan pertandingan tersisa, Juventus masih berjuang keras untuk mengamankan posisi empat besar. Spalletti menegaskan bahwa tekanan adalah bagian dari identitas klub besar.
Ia juga menyinggung loyalitas fans yang selalu mendukung tim, bahkan dalam kondisi sulit.
“Tekanan adalah hak istimewa yang hanya dimiliki oleh mereka yang memiliki sejarah untuk dihormati,” ujarnya. “Para suporter kami melakukan perjalanan ke Bodo, mengatasi segala biaya dan kesulitan hanya untuk hadir di sana. Kami berutang segalanya kepada mereka,”
Pernyataan ini menunjukkan betapa seriusnya Juventus dalam mengejar tiket Liga Champions musim depan.
Soal Striker dan Evaluasi Tim
Menanggapi kritik terhadap lini depan, Spalletti memberikan pandangan menarik. Ia menolak menyederhanakan masalah hanya pada sosok striker nomor sembilan.
Menurutnya, hasil pertandingan lebih ditentukan oleh momen-momen krusial di lapangan, bukan sekadar profil pemain.
“Momen-momen dalam pertandingan, keputusan-keputusan yang terjadi di dalamnya, itulah yang menentukan segalanya, bukan profil pemain,”
Ia juga menyinggung laga melawan Galatasaray, di mana kartu merah menjadi faktor penentu, bukan kualitas permainan.
“Kami tidak kalah kualitas dari Galatasaray. Kartu merah yang menentukan hasil laga itu, bukan level permainan.”

Leave a Reply