Performa Juventus sepanjang musim ini masih menyisakan tanda tanya besar, terutama di lini serang.
Meski mengalami peningkatan di bawah arahan Luciano Spalletti, masalah klasik berupa tumpulnya penyelesaian akhir belum juga teratasi.
Pengamat sepak bola Italia, Stefano De Grandis, bahkan menilai bahwa selain faktor teknis, unsur “nasib buruk” turut memengaruhi minimnya produktivitas gol Bianconeri musim ini.
Performa Meningkat, Tapi Gol Masih Minim
Sejak kedatangan Spalletti, Juventus memang menunjukkan perkembangan dari segi organisasi permainan dan kepercayaan diri. Permainan mereka lebih rapi, aliran bola lebih terstruktur, dan kontrol pertandingan semakin baik.
Namun, satu masalah besar masih menghantui: ketajaman di depan gawang.
Juventus kerap menciptakan peluang, tetapi gagal mengonversinya menjadi gol. Ketidakefisienan ini membuat mereka kehilangan banyak poin penting sepanjang musim.
Stefano De Grandis: Juventus Kurang Beruntung
Dalam analisisnya yang dikutip oleh JuventusNews24, Stefano De Grandis menyoroti bahwa Juventus tidak hanya bermasalah secara teknis, tetapi juga kurang beruntung.
“Ini adalah tim yang terlihat bagus, tetapi mereka masih kekurangan striker murni, sebagian karena nasib buruk,”
Ia mencontohkan beberapa momen penting, termasuk peluang emas yang gagal dimanfaatkan oleh Jonathan David yang hanya membentur tiang gawang.
“David bermain bagus, tetapi ia membentur tiang gawang, yang sangat disayangkan,”
Selain itu, absennya Dusan Vlahovic akibat cedera betis juga memperburuk situasi. Striker utama Juventus tersebut diperkirakan baru kembali dalam waktu sekitar satu bulan, itupun jika proses pemulihannya berjalan lancar.
“Vlahovic bisa saja kembali sebulan lagi jika semuanya berjalan lancar, karena cedera betis selalu berbahaya.”
Komentar De Grandis menggarisbawahi satu hal penting: Juventus masih kekurangan sosok striker tajam yang konsisten.
Meski memiliki beberapa pemain berkualitas di lini depan, output gol mereka belum mencerminkan potensi yang ada.
Kombinasi antara cedera, performa yang naik-turun, dan faktor keberuntungan membuat lini serang Juventus terlihat kurang menggigit.

Leave a Reply