Laga panas yang berakhir imbang 0-0 antara AC Milan kontra Juventus di pekan ke-34 Serie A 2025-26 menghadirkan momen menarik dari pinggir lapangan.
Sorotan tertuju pada pelatih Luciano Spalletti yang terlihat meluapkan emosinya kepada salah satu pemainnya, Lloyd Kelly.
Rekaman “Bordocam” dari DAZN mengungkap bagaimana Spalletti tidak puas dengan cara timnya mengalirkan bola di awal pertandingan.
Awal Laga yang Bikin Frustrasi
Pada menit-menit awal, Juventus terlihat bermain terlalu hati-hati. Aliran bola cenderung lambat dan terlalu sering dilakukan secara horizontal tanpa progresi berarti.
Hal ini langsung memicu reaksi dari Spalletti, yang dikenal sebagai pelatih dengan tuntutan taktik tinggi.
Ia ingin timnya:
- Bermain lebih cepat
- Berani membawa bola ke depan
- Memanfaatkan ruang kosong yang diberikan lawan
Kelly Jadi Sasaran Teguran
Momen paling mencolok terjadi saat Spalletti berteriak langsung ke arah Lloyd Kelly. Sang bek dianggap terlalu pasif dan tidak memaksimalkan ruang di depannya.
Dengan nada tinggi, Spalletti memberi instruksi tegas:
“Mainkan! Ayo maju! Lawan masih 20 meter, kamu harus terus maju sampai jaraknya tinggal 5 meter! Bahkan saya juga bisa bermain seperti itu! Tum, tum, tum!”
Ucapan ini langsung viral karena menggambarkan frustrasi sekaligus filosofi permainan sang pelatih.
Pesan Taktik yang Jelas
Teriakan Spalletti bukan sekadar emosi, tetapi mengandung pesan taktik yang kuat:
1. Hindari Permainan Statis
Operan horizontal tanpa tujuan hanya akan memudahkan lawan bertahan.
2. Manfaatkan Ruang
Ketika lawan memberi jarak, pemain harus berani melakukan progresi bola.
3. Bangun Serangan dari Belakang
Bek tidak hanya bertahan, tetapi juga menjadi awal serangan.
Kritik Juga Mengarah ke Lini Belakang
Selain Kelly, Spalletti juga sempat menegur Gleison Bremer untuk mempercepat distribusi bola.
Ia meminta bek tengah Juventus lebih berani melakukan umpan vertikal guna memecah lini pertahanan Milan.
Filosofi Spalletti: Berani atau Tertinggal
Gaya kepelatihan Spalletti memang dikenal menuntut keberanian dalam bermain. Ia tidak menyukai pendekatan konservatif ketika peluang menyerang terbuka.
Bagi Spalletti:
- Keberanian: kunci membuka pertahanan
- Tempo cepat: senjata utama
- Inisiatif: pembeda di level tinggi

Leave a Reply