Juventus meraih kemenangan penting 1-0 atas Lecce di pekan ke-36 Serie A 2025-26, namun di balik hasil positif tersebut, pelatih Luciano Spalletti melontarkan kritik tajam terkait performa timnya.
Spalletti menyoroti masalah konsentrasi, efektivitas, hingga keterbatasan skuad yang menurutnya tidak bisa diselesaikan dengan perubahan besar-besaran.
Awal Cepat, Akhir Masih Bermasalah
Juventus sebenarnya memulai laga dengan sempurna. Dalam 12 detik, Dusan Vlahovic langsung mencetak gol cepat setelah laga dimulai. Namun, dominasi itu tidak berlanjut menjadi kemenangan meyakinkan.
Spalletti menilai timnya kembali mengulang kesalahan lama: unggul cepat, tetapi gagal “membunuh” pertandingan.
“Kami sudah sering melakukan ini. Kami mencetak gol cepat, lalu tidak menuntaskan pertandingan dengan baik,” ujar Spalletti.
Kritik Keras: Konsentrasi Juventus Tidak Stabil
Pelatih Juventus itu menyoroti inkonsistensi permainan timnya. Meski mendominasi, Juventus kerap kehilangan fokus pada momen penting.
“Kami mendominasi sebagian besar jalannya pertandingan, terlihat seperti benar-benar memegang kendali penuh, lalu ada momen-momen ceroboh di mana kami kehilangan arah dan salah mengoper bola dengan cara yang sulit dipercaya untuk level sepak bola yang sedang kami mainkan,”
Tidak Bisa Ganti 18 Pemain
Salah satu pernyataan paling tajam Spalletti adalah soal pembangunan tim.
Ia menegaskan bahwa Juventus bukan proyek instan yang bisa dibongkar total.
“Media bertindak seolah-olah kami akan mengganti 18 dari 25 pemain di ruang ganti, tetapi itu tidak bisa dilakukan. Ini adalah proyek yang serius, jadi banyak pemain ini harus tetap terlibat, karena saat ini sangat sulit untuk mengganti sebanyak itu pemain,”
Menurut Spalletti, skuad saat ini harus berkembang dari dalam, bukan diganti secara besar-besaran.
“Juventus juga sudah menghabiskan cukup banyak uang dalam dua musim terakhir, jadi mereka tidak bisa terus-menerus mengeluarkan dana besar. Ada situasi dalam sepak bola di mana Anda harus mengikuti perkembangan zaman, tetapi yang paling utama para pemain ini harus berkembang dari dalam diri mereka sendiri,”
Vlahovic Dinilai Tak Tergantikan
Spalletti juga menyoroti pentingnya peran Dusan Vlahovic dalam sistem Juventus.
Ia menyebut timnya sangat bergantung pada karakteristik striker murni seperti Vlahovic, terutama dalam duel fisik dan permainan langsung.
“Kami sangat merindukan Vlahovic karena tidak ada pemain lain dengan karakteristik seperti dia,” kata Spalletti.
Masalah Kreativitas dan Transisi Serangan
Selain lini depan, Spalletti juga menyoroti kurangnya kreativitas dalam membangun serangan dari belakang.
Ia menilai Juventus masih kesulitan mengubah penguasaan bola menjadi peluang berbahaya secara konsisten.
Menurutnya, tim membutuhkan sosok penghubung yang lebih efektif antara lini belakang dan depan.

Leave a Reply