Conceição Tegaskan Bukan Super-Sub di Timnas, Singgung Peran Besar Ayahnya

Winger Juventus, Francisco Conceição menegaskan bahwa dirinya tidak ingin dilabeli hanya sebagai pemain “super-sub” di tim nasional Portugal.

Ia merasa kontribusinya lebih besar daripada sekadar pemain yang masuk di menit akhir pertandingan.

Dalam konferensi pers di Palm Beach, Conceição menegaskan bahwa dirinya adalah pemain reguler di level klub dan ingin dikenal secara utuh sebagai pesepakbola profesional, bukan hanya spesialis pengganti.

“Saya ingin dikenal hanya sebagai Francisco Conceição. Jika ada yang menganggap saya hanya pemain yang masuk di 10–15 menit terakhir, itu tidak sepenuhnya benar,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa di Juventus, dirinya sudah mendapatkan kepercayaan sebagai bagian penting dari skuad utama di Serie A.

“Saya bermain di Juventus di Serie A dan saya sudah menjadi pemain inti reguler di klub saya,”

Peran Penting di Juventus Jadi Bukti Kapasitas

Conceição menegaskan bahwa performanya di Juventus menjadi bukti bahwa dirinya bukan sekadar pemain pelapis. Bermain di salah satu liga paling kompetitif di dunia membuatnya merasa layak mendapat peran lebih besar di tim nasional Portugal.

Pernyataan ini sekaligus menjadi respons terhadap persepsi publik yang kerap menempatkannya sebagai “impact player” dari bangku cadangan.

Sosok Ayah Sekaligus Mentor Utama

Salah satu poin paling menarik dari wawancara tersebut adalah pengakuan Francisco mengenai peran ayahnya, Sergio Conceição, yang juga merupakan pelatih dan mantan pemain timnas Portugal.

Francisco menyebut sang ayah bukan hanya figur keluarga, tetapi juga penasihat utama dalam karier sepak bolanya.

“Ayah saya adalah penasihat utama saya. Tidak ada yang lebih baik untuk diajak berbicara tentang sepak bola. Dia banyak membantu saya, baik dalam karier maupun kehidupan pribadi,” katanya.

Sergio disebut memberikan banyak nasihat penting, termasuk soal detail kecil dalam pertandingan yang bisa menentukan hasil akhir.

Warisan Sepak Bola: Ayah dan Anak di Panggung Piala Dunia

Francisco juga menyoroti momen bersejarah di mana dirinya dan sang ayah menjadi salah satu pasangan ayah-anak yang sama-sama tampil di panggung Piala Dunia, sebuah pencapaian langka dalam sejarah sepak bola Portugal.

Sang ayah berpesan bahwa kesalahan kecil bisa berdampak besar dalam turnamen sebesar ini.

“Ayah saya bilang, satu kesalahan kecil bisa mengubah segalanya. Itu yang harus kami hindari,” tambahnya.

Fokus Jelang Laga Kontra Uzbekistan dan Cannavaro

Portugal kini bersiap menghadapi Uzbekistan, yang dilatih oleh legenda Italia, Fabio Cannavaro. Menariknya, Cannavaro pernah menjadi rekan satu tim Sergio Conceição di level internasional.

Francisco memberikan respek besar terhadap Cannavaro, yang ia sebut sebagai sosok legendaris dalam sepak bola dunia.

Ia juga menyadari bahwa laga nanti akan penuh tantangan, terutama menghadapi tim yang dikenal disiplin secara taktik.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*