
Agen dari kiper Michele Di Gregorio melontarkan kritik keras terhadap manajemen Juventus.
Dalam pernyataan yang viral di media sosial, sang agen menuntut “rasa hormat” untuk kliennya sekaligus menuding kebijakan transfer Juventus sebagai sumber masalah tim.
Pernyataan tersebut langsung memicu perdebatan di kalangan fans Bianconeri, terutama karena menyentuh isu sensitif terkait performa lini depan dan stabilitas klub dalam beberapa musim terakhir.
Kritik Pedas Soal Transfer Striker Juventus
Agen Di Gregorio, Carlo Alberto Belloni dari CA Sport Management menyoroti keputusan Juventus yang disebut telah menghabiskan sekitar 130 juta euro untuk tiga striker yang dinilai tidak memberikan kontribusi sesuai ekspektasi.
Menurutnya, kegagalan lini depan tersebut justru berdampak pada tekanan yang tidak adil terhadap kiper, termasuk kliennya sendiri.
Ia menegaskan bahwa fokus kesalahan terlalu sering dialihkan kepada penjaga gawang, padahal masalah utama berada pada efektivitas serangan tim.
“Para direktur asal Prancis menghabiskan €130 juta untuk 3 striker, yang semuanya buruk. Untuk menutupi pengeluaran gila ini, mereka justru mengalihkan semua kesalahan atas kegagalan mereka kepada kiper yang sebelumnya dibeli oleh direktur olahraga lama, Cristiano Giuntoli, sebagai kiper terbaik Serie A pada usia 26 tahun,” kritik Belloni via unggahan Instagram Stories akun agensinya, CA Sport Management.
Sorotan pada Performa dan Statistik Juventus
Dalam pernyataannya, agen Di Gregorio juga membandingkan statistik defensif Juventus dengan rival utama mereka, Inter Milan.
Ia menyoroti bahwa:
- Juventus kebobolan 34 gol
- Inter Milan kebobolan 35 gol
- Juventus mencetak 61 gol
- Inter Milan mencetak 82 gol
Menurutnya, data tersebut menunjukkan bahwa masalah utama Juventus bukan di lini belakang, tetapi ketidakefektifan lini serang.
“Gol kebobolan Juventus 34, Inter 35. Gol yang dicetak Juventus hanya 61, namun Inter 82. Selebihnya hanyalah omongan yang tidak bernilai,”
Di Gregorio Disebut Jadi Korban Situasi Klub
Michele Di Gregorio disebut berada dalam posisi yang kurang ideal karena sering menjadi sorotan ketika Juventus mengalami penurunan performa.
Meski begitu, statistik individu sang kiper justru disebut berada dalam performa yang cukup baik di Serie A, bahkan berada di peringkat atas dalam beberapa metrik penyelamatan.
Agen menilai bahwa Di Gregorio justru menjadi “kambing hitam” dari masalah struktural yang lebih besar di klub.
“Di Gregorio menutup statistik Sofascore di peringkat keempat, di atas Milinkovic-Savic dan Sommer, yang masing-masing berada di posisi kedua dan pertama di klasemen Serie A,”
Kritik ke Manajemen dan Perubahan Internal Juventus
Pernyataan tersebut juga menyinggung situasi internal Juventus yang dinilai tidak stabil dalam beberapa musim terakhir, termasuk:
- Pergantian pelatih yang sering
- Perubahan struktur direksi
- Aktivitas transfer besar yang dinilai tidak konsisten
Situasi ini dianggap turut memengaruhi performa tim secara keseluruhan di lapangan.
“Lihat 20 pemain baru dalam dua musim, 3 pelatih dalam 2 musim, 3 jajaran direktur dalam 2 musim. Inilah angka-angka yang membuat perbedaan nyata,” tegasnya.
Masa Depan Di Gregorio Masih Terbuka
Meski melontarkan kritik tajam, agen menegaskan bahwa Di Gregorio masih memiliki kontrak jangka panjang bersama Juventus.
Juventus disebut tetap akan mengikuti agenda pramusim, namun tidak menutup kemungkinan adanya evaluasi pada bursa transfer mendatang.
Beberapa klub Eropa juga dikabarkan mulai memantau situasinya, meski saat ini belum ada langkah resmi yang dilakukan.
“Di Gregorio masih memiliki sisa kontrak tiga tahun bersama Juventus, ia akan ikut dalam pemusatan latihan pramusim dan selama bursa transfer kami akan melihat peluang yang ada,”
“Dia masuk dalam daftar pendek beberapa klub Eropa, jadi kami tidak terburu-buru. Kami menuntut rasa hormat bagi mereka yang selalu tampil maksimal, bahkan ketika akan lebih mudah untuk duduk di bangku cadangan dan hanya berbicara…”

Leave a Reply