Zhegrova Tampil Mengecewakan saat Juventus Bungkam Nice, Statistiknya Jadi Sorotan

Juventus memang berhasil meraih kemenangan meyakinkan 2-0 atas OGC Nice dalam laga uji coba pramusim.

Namun, di balik hasil positif tersebut, ada satu pemain yang justru menjadi sorotan karena gagal memenuhi ekspektasi, yakni Edon Zhegrova.

Winger asal Kosovo itu dipercaya tampil sebagai starter, tetapi gagal memberikan dampak berarti di lini serang Bianconeri. Penampilannya bahkan memperkuat anggapan bahwa ia masih belum mampu menemukan performa terbaiknya, seperti yang juga terlihat pada musim lalu.

Berbagai statistik pertandingan menunjukkan bahwa Zhegrova mengalami kesulitan hampir di setiap aspek permainan ofensif.

Minim Ancaman di Lini Depan Juventus

Seperti yang dilaporkan JuventusNews24.com, sepanjang pertandingan melawan Nice, Zhegrova kesulitan terlibat dalam permainan menyerang Juventus.

Pemain berusia 27 tahun tersebut tidak mampu menciptakan satu pun tembakan ke gawang lawan. Catatan ini menjadi perhatian serius mengingat perannya sebagai winger yang seharusnya menjadi salah satu sumber ancaman utama bagi pertahanan lawan.

Absennya percobaan tembakan menunjukkan bahwa Zhegrova tidak pernah benar-benar berada dalam posisi ideal untuk menyelesaikan peluang ataupun memaksa kiper lawan bekerja keras.

Kreativitas Nyaris Tidak Terlihat

Selain gagal mengancam lewat tembakan, kontribusi Zhegrova dalam membangun serangan juga sangat minim.

Statistik mencatat ia tidak menghasilkan satu pun key pass atau umpan kunci yang berpotensi menciptakan peluang gol.

Tak hanya itu, pemain Kosovo tersebut juga tidak melepaskan satu pun umpan silang sepanjang pertandingan.

Padahal, kemampuan mengirim crossing dan membuka ruang dari sisi sayap merupakan salah satu kekuatan utama yang selama ini melekat pada permainan Zhegrova.

Sulit Terlibat dalam Permainan

Minimnya kontribusi Zhegrova juga tercermin dari jumlah sentuhan bolanya.

Sepanjang laga, ia hanya mencatat 20 sentuhan, angka yang tergolong rendah untuk pemain yang beroperasi di sektor sayap.

Dalam distribusi bola, Zhegrova memang membukukan 11 operan sukses dari 15 percobaan dengan akurasi sekitar 73 persen. Namun, ia juga kehilangan bola sebanyak enam kali, jumlah yang cukup tinggi jika dibandingkan dengan keterlibatannya dalam permainan.

Data tersebut menunjukkan bahwa Zhegrova masih kesulitan menjaga ritme permainan sekaligus memberikan pengaruh nyata terhadap serangan Juventus.

Dribel Belum Tunjukkan Ketajaman

Kemampuan menggiring bola menjadi salah satu senjata utama Zhegrova sepanjang kariernya.

Namun, saat menghadapi Nice, efektivitas tersebut belum terlihat.

Dari empat percobaan dribel, hanya dua yang berhasil. Statistik itu mengindikasikan bahwa kondisi fisik dan kepercayaan dirinya belum sepenuhnya kembali setelah menjalani masa persiapan pramusim.

Bagi pemain yang mengandalkan akselerasi dan kemampuan melewati lawan dalam duel satu lawan satu, efektivitas dribel yang menurun tentu menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi.

Juventus Masih Menunggu Zhegrova Terbaik

Meski tampil mengecewakan dalam laga kontra Nice, Juventus diyakini belum kehilangan kepercayaan terhadap Zhegrova.

Laga pramusim memang menjadi ajang untuk membangun kembali kebugaran fisik dan adaptasi taktik menjelang kompetisi resmi dimulai.

Staf pelatih berharap winger asal Kosovo itu segera menemukan kembali ritme permainannya. Jika mampu kembali ke performa terbaik, Zhegrova bisa menjadi salah satu senjata penting dalam skema permainan Luciano Spalletti musim ini.

Dengan kecepatan, kreativitas, dan kemampuan menusuk dari sisi sayap yang dimilikinya, Zhegrova tetap memiliki potensi besar untuk menjadi pembeda di lini serang Juventus.

Namun, performa saat menghadapi Nice menjadi pengingat bahwa ia masih harus bekerja keras agar kembali tampil konsisten ketika kompetisi baru resmi dimulai.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*