Efek Spalletti Mulai Terlihat di Juventus, Enam Pemain Jadi Bukti

Luciano Spalletti mulai menunjukkan pengaruhnya di Juventus. Bukan hanya melalui hasil pertandingan, tetapi juga lewat kebangkitan sejumlah pemain seperti Randal Kolo Muani, Weston McKennie, Nico Gonzalez, Francisco Conceição hingga Edon Zhegrova.

Menilai pekerjaan seorang pelatih terkadang tidak cukup hanya dengan melihat posisi tim di klasemen. Hal tersebut juga berlaku untuk Luciano Spalletti di Juventus.

Ada cara lain untuk melihat dampak kehadiran seorang pelatih, yakni dengan memperhatikan perubahan pada para pemainnya.

Dalam beberapa pekan terakhir, sejumlah pemain Juventus yang sebelumnya terlihat kesulitan, kurang konsisten, atau belum menemukan posisi ideal mulai menunjukkan perkembangan.

Randal Kolo Muani, Weston McKennie, Nico Gonzalez, Francisco Conceição, Douglas Luiz, hingga Edon Zhegrova menjadi contoh bagaimana Spalletti berusaha mengeluarkan kemampuan terbaik dari skuad yang sudah dimilikinya.

Menariknya, proses tersebut belum selesai.

Kolo Muani Berubah Setelah Mendapat Tantangan Spalletti

Salah satu contoh paling jelas terlihat pada Randal Kolo Muani.

Spalletti sebelumnya memberikan tantangan kepada striker asal Prancis tersebut agar memberikan kontribusi yang lebih besar. Kolo Muani kemudian mulai menjawab tuntutan sang pelatih melalui penampilannya di lapangan.

Saat Juventus menghadapi NEC, Kolo Muani terlibat dalam Dua gol terakhir dengan menyumbangkan Satu assist dan Satu gol.

Ketika menghadapi Atalanta, ia memang tidak mencetak gol. Namun, kontribusinya justru terlihat dari sisi lain.

Kolo Muani tampil penuh pengorbanan dan bahkan sempat menyelamatkan bola dari garis gawang.

Perubahan tersebut menjadi penting karena Spalletti tidak hanya membutuhkan seorang striker yang menunggu kesempatan mencetak gol.

Ia ingin Kolo Muani menjadi penyerang yang lebih komplet, mampu terlibat dalam permainan, membantu tim ketika kehilangan bola, serta memberikan kontribusi di berbagai fase pertandingan.

Penampilannya melawan Atalanta menunjukkan perkembangan ke arah tersebut.

McKennie Jadi Senjata Taktis Spalletti

Jika Kolo Muani menjadi contoh perubahan dari sisi individu, Weston McKennie memberikan keuntungan besar bagi Spalletti dari sisi taktik.

Gelandang asal Amerika Serikat tersebut memiliki kemampuan untuk memainkan beberapa peran.

McKennie dapat memulai pertandingan dari lini tengah, naik membantu serangan, turun ketika tim membutuhkan keseimbangan, hingga masuk ke area berbahaya.

Fleksibilitas tersebut memungkinkan Spalletti mengubah struktur Juventus tanpa harus selalu melakukan pergantian pemain.

Tidak kebetulan jika kembalinya McKennie juga bertepatan dengan penggunaan kembali skema 3-4-2-1.

Dengan McKennie, Juventus memiliki pemain yang bisa menyesuaikan diri dengan perubahan bentuk permainan secara cepat.

Ia bisa disebut sebagai “pisau Swiss” milik Spalletti karena mampu digunakan untuk berbagai kebutuhan taktis.

Nico Gonzalez Mulai Temukan Peran

Perkembangan juga terlihat pada Nico Gonzalez.

Pemain asal Argentina tersebut memiliki kemampuan untuk bermain melebar, tetapi juga dapat bergerak lebih dekat dengan striker dan menjadi penghubung antara lini tengah serta lini depan.

Fleksibilitas itu membuat Nico memiliki sejumlah opsi dalam sistem Spalletti.

Saat menghadapi NEC, ia turut mencetak gol dan berkontribusi dalam permainan menyerang Juventus yang terlihat lebih vertikal.

Kemampuan bermain di beberapa area membuat Nico menjadi salah satu pemain yang bisa memberikan variasi ketika Juventus membangun serangan.

Conceição Diminta Lebih Konsisten

Sementara itu, Francisco Conceição masih memiliki pekerjaan yang harus diselesaikan.

Kualitas individu pemain Portugal tersebut sebenarnya tidak pernah diragukan. Kecepatan, kemampuan melewati lawan, dan kreativitas menjadi aset penting bagi Juventus.

Namun, tantangan berikutnya adalah mengubah kemampuan tersebut menjadi kontribusi yang konsisten.

Saat menghadapi Atalanta, Conceição mencetak gol pembuka Juventus. Momen tersebut menunjukkan bahwa dirinya mampu menjadi pembeda.

Kini, Spalletti membutuhkan lebih banyak momen seperti itu.

Jika Conceição mampu mempertahankan konsistensi, Juventus akan memiliki sumber kreativitas tambahan di lini serang.

Zhegrova Jadi Senjata Baru

Nama lain yang patut diperhatikan adalah Edon Zhegrova.

Pemain Kosovo tersebut telah menunjukkan bahwa dirinya mampu mengubah jalannya pertandingan ketika masuk dari bangku cadangan.

Saat menghadapi Sassuolo, Zhegrova bahkan mencetak Dua gol.

Talentanya sudah terlihat, tetapi pertanyaan berikutnya adalah apakah Spalletti bisa mengubahnya dari sekadar pemain yang efektif sebagai pemain pengganti menjadi sosok yang mampu memberikan dampak secara konsisten sejak awal pertandingan.

Jika berhasil, Juventus akan mendapatkan senjata ofensif tambahan dengan kemampuan menciptakan situasi tidak terduga.

Douglas Luiz dan Koopmeiners Masih Punya Ruang Berkembang

Spalletti juga masih memiliki pekerjaan dengan Douglas Luiz.

Gelandang Brasil tersebut disebut masih memiliki potensi untuk memberikan kontribusi lebih besar dibandingkan yang telah ditunjukkannya sejauh ini.

Begitu pula dengan Teun Koopmeiners, yang masih menjadi bagian dari proyek pemulihan performa Juventus.

Keduanya menjadi bagian dari pekerjaan besar Spalletti untuk meningkatkan kemampuan pemain yang sudah berada di dalam skuad.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*