Legenda Italia, Graziani: “Yildiz Harus Bermain di Belakang Dua Striker dalam Skema Spalletti”

Legenda sepak bola Italia, Francesco Graziani, memberikan analisis menarik tentang bagaimana Kenan Yildiz seharusnya ditempatkan oleh pelatih baru Juventus, Luciano Spalletti.

Mantan penyerang tim nasional Italia itu menilai bahwa bintang muda asal Turki memiliki kualitas luar biasa yang bisa menjadi kunci dalam sistem permainan pelatih berpengalaman tersebut.

Spalletti resmi ditunjuk sebagai pelatih Juventus pada Kamis lalu, hanya tiga hari setelah pemecatan Igor Tudor yang gagal memenangkan delapan pertandingan terakhirnya.

Spalletti langsung memberi dampak instan, membawa Juventus meraih kemenangan penting 2-1 atas Cremonese dalam laga debutnya.

Spalletti dan Formasi Baru Juventus

Dalam laga perdananya, Spalletti menurunkan formasi 3-4-1-2 hybrid, yang cukup mengejutkan karena menempatkan Teun Koopmeiners di lini belakang dan Weston McKennie di posisi gelandang serang di belakang duet Lois Openda dan Dusan Vlahovic.

Duet Manuel Locatelli dan Khéphren Thuram menjadi jangkar di lini tengah, menunjukkan peningkatan performa signifikan dibandingkan era sebelumnya.

Meski demikian, Graziani menilai Juventus masih butuh tambahan kualitas di sektor tengah jika ingin bersaing di level tertinggi.

“Untuk menjadi tim terbaik, Juventus masih kekurangan satu atau dua gelandang berkualitas,” ujar Graziani kepada Radio Sportiva via TuttoJuve.

“McKennie bekerja keras, tapi tidak menciptakan peluang. Thuram dan Locatelli tampil baik, terutama Locatelli yang sering dikritik, padahal dia sangat penting. Tapi kita harus percaya pada pemain yang ada. Tugas Spalletti adalah memaksimalkan potensi mereka,”

Posisi Ideal Kenan Yildiz

Meskipun absen saat melawan Cremonese karena masalah ringan pada lututnya, Kenan Yildiz tetap menjadi pusat perhatian.

Penyerang muda berusia 20 tahun itu dianggap sebagai pemain paling kreatif di skuad Juventus saat ini, dan Graziani percaya ia akan menjadi elemen vital dalam rencana besar Spalletti.

“Yildiz bisa menjadi gelandang serang sempurna untuk Spalletti dalam formasi 4-3-1-2,” tegas Graziani.

Menurutnya, posisi tersebut memungkinkan Yildiz memanfaatkan kemampuan dribel, visi bermain, dan ketajaman penyelesaiannya di ruang antara lini tengah dan lini depan, area yang sering menjadi titik krusial dalam skema Spalletti.

Namun, masih ada tanda tanya apakah pelatih yang pernah membawa Napoli juara Serie A itu akan mengubah formasi menjadi empat bek, atau tetap bertahan dengan sistem tiga bek yang disesuaikan dengan karakter pemain saat ini.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*