Spalletti: “Bertarung untuk Menang Itu Lebih Penting dari Sekadar Menang, Vlahovic Bahagia di Juventus”

Pelatih baru Juventus, Luciano Spalletti, menegaskan bahwa bagi dirinya, bertarung untuk menang lebih penting daripada sekadar menang.

Hal itu ia sampaikan dalam konferensi pers jelang matchday 4 Liga Champions 2025-26 melawan Sporting CP di Allianz Stadium pada Rabu (5/11/2025) pukul 03.00 WIB.

Setelah meraih kemenangan debut 2-1 atas Cremonese di Serie A, Spalletti kini membidik kemenangan pertama Juventus di Eropa musim ini.

La Vecchia Signora baru mengoleksi dua poin dari tiga pertandingan awal mereka di fase liga Liga Champions, dan duel kontra Sporting menjadi momen krusial untuk mengubah arah musim mereka.

“Ini akan menjadi pertandingan yang sangat sulit,” ujar Spalletti dikutip dari TMW melalui FCInter1908.

“Sporting bermain dengan struktur yang sangat jelas, mereka tahu apa yang mereka lakukan. Mereka kuat dalam penguasaan bola dan punya kualitas luar biasa di sepertiga akhir lapangan,”

Bertarung untuk Menang Lebih Penting dari Menang Itu Sendiri

Dalam filosofi khasnya, Spalletti menekankan pentingnya mentalitas kompetitif daripada hasil akhir semata.

“Yang penting bukan hanya menang, tapi bertarung untuk menang. Itulah semangat yang harus dimiliki Juventus,” tegasnya.

“Selama peluang masih terbuka secara matematis, kami akan berjuang untuk segalanya,”

Mantan pelatih Napoli itu menambahkan bahwa kontraknya yang bersifat jangka pendek, tergantung pada kelolosan Juventus ke Liga Champions musim depan, tidak memengaruhi motivasinya.

“Saya selalu bekerja maksimal. Masa depan akan datang dengan sendirinya jika kami menunjukkan semangat juang di setiap laga,” ujarnya.

Soal Kemenangan Debut dan Mental Pemain

Spalletti juga berbicara soal kemenangan atas Cremonese yang menjadi awal positif untuk kariernya di Turin.

Ia mengaku kemenangan itu bukan hasil instruksi taktis semata, melainkan buah dari sikap dan fokus para pemain.

“Kemenangan itu milik para pemain. Mereka tampil dengan konsentrasi luar biasa,” kata Spalletti.

“Saya suka melihat tatapan mereka. Ada semangat, ada kemauan besar untuk tampil baik. Ini grup yang solid, baik secara teknis maupun pribadi,”

Liga Champions: Panggung Keberanian dan Identitas Tim

Bagi Spalletti, tampil di Liga Champions adalah sebuah kehormatan dan juga tantangan mental.
Ia menuntut anak asuhnya untuk tampil dengan identitas permainan yang jelas dan keberanian untuk mengeksekusinya di lapangan.

“Kami beruntung bisa bermain di Liga Champions. Ini adalah puncak sepak bola,” tegas Spalletti.

“Untuk tampil baik, kami harus punya ide yang jelas tentang siapa kami sebagai tim dan melindungi ide itu dengan kepribadian kuat,”

“Tidak ada alasan, hanya pilihan. Kami harus memilih untuk bermain dengan keberanian,”

Spalletti Puji Kedisiplinan Tim dan Karakter Yildiz

Ketika ditanya soal penerapan aturan baru di dalam skuad, Spalletti tersenyum.

“Tidak ada aturan baru. Juventus sudah sangat disiplin. Aturan terbaik adalah common sense,” ujarnya.

Saya hanya mencoba mengenal mereka lebih baik, memberi arahan, dan belajar dari mereka juga,”

Sang pelatih juga menyinggung Kenan Yildiz, yang absen pada debutnya melawan Cremonese namun kini sudah siap bermain.

“Yildiz punya bakat luar biasa. Ia mengingatkan saya pada Kvaratskhelia dan Di Natale,” ujar Spalletti.

“Dia akan menjadi pemain yang akan sering kalian lihat di Instagram pada akhir musim,”

Spalletti menambahkan bahwa Yildiz memiliki fleksibilitas posisi.

“Dia suka bermain di tengah, tapi juga bisa bergerak dari sisi kiri. Ia bisa jadi penyerang kedua maupun winger,”

Vlahovic Bahagia di Juventus, Cambiaso Dianggap Pemain Modern

Selain Yildiz, Spalletti juga memuji Andrea Cambiaso dan Dusan Vlahovic, dua pemain kunci dalam proyek barunya di Turin.

“Cambiaso adalah pemain modern. Ia bisa bermain di berbagai posisi dan membantu mengalirkan permainan dengan cara yang cerdas,” ujar Spalletti.

Sementara soal Vlahovic, pelatih berpengalaman itu menegaskan bahwa sang striker bahagia di Juventus dan tidak memikirkan kontrak.

“Dusan punya sedikit keunggulan karena dia sudah terbiasa dengan tekanan mengenakan seragam sebesar ini,” ungkap Spalletti.

“Saya sudah berbicara dengannya beberapa kali. Ia bahagia di sini. Ia tidak khawatir soal kontraknya, yang dia pikirkan hanya satu: bermain sepak bola.”

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*