Juventus dilaporkan tengah memantau dengan serius performa gemilang Iliman Ndiaye, winger milik Everton yang tampil impresif sejak awal musim ini.
Pemain asal Senegal itu kini menjadi sorotan berbagai klub top Eropa berkat kontribusinya yang luar biasa di Premier League.
Perjalanan Karier Ndiaye: Dari Marseille ke Gemerlap Premier League
Lahir di Rouen, Prancis, Iliman Ndiaye menimba ilmu sepak bola di akademi Olympique Marseille sebelum melanglang buana ke beberapa klub, termasuk Sheffield United.
Pada 2023, ia sempat kembali ke Marseille, namun hanya bertahan satu musim di Stadion Velodrome.
Musim panas 2024 menjadi titik balik kariernya. Everton mengeluarkan sekitar £15 juta untuk memboyongnya dari Ligue 1.
Langkah berani itu kini terbukti tepat. Ndiaye menjadi bagian penting dari kebangkitan The Toffees di bawah asuhan David Moyes.
Performa Mengesankan Bersama Everton
Musim lalu, Ndiaye langsung memberi dampak besar dengan 9 gol dalam 33 laga Premier League, membantu Everton lolos dari jerat degradasi di detik-detik akhir.
Musim ini, pemain berusia 25 tahun itu tampil semakin matang. Dalam 11 pertandingan, ia sudah mencatatkan 4 gol dan 1 assist, menjadi motor serangan utama di Goodison Park.
Performa konsisten itu membuat namanya mulai diperhitungkan oleh sejumlah klub besar Eropa, termasuk Juventus.
Ketertarikan Juventus: Mencari Energi Baru di Lini Serang
Menurut laporan TuttoJuve, manajemen Bianconeri menilai Ndiaye sebagai sosok yang cocok dengan proyek baru mereka.
Kecepatan, agresivitas, dan kemampuan individu tinggi membuatnya menjadi profil ideal untuk memperkuat sisi sayap.
Meski begitu, langkah Juventus tidak akan mudah. Everton disebut enggan melepas pemain andalannya, terlebih kontrak Ndiaye masih berlaku hingga 2029.
Everton juga diyakini hanya akan membuka negosiasi jika ada tawaran besar, sesuatu yang bisa jadi sulit dipenuhi oleh Juventus di tengah keterbatasan finansial mereka.
Di Mana Ndiaye Akan Cocok di Juventus?
Selama di Everton, Ndiaye kerap dimainkan sebagai winger kanan, tetapi fleksibilitasnya memungkinkan dia bermain di berbagai posisi lini depan, termasuk penyerang tengah atau sayap kiri.
Di Juventus, perannya bisa memberi variasi baru dalam skema permainan. Ia berpotensi mengisi sektor kiri serangan, membebaskan Kenan Yildiz untuk bergerak lebih ke tengah atau menjadi second striker.
Kecepatan dan kemampuan kaki kanannya yang mematikan bisa menambah dimensi baru bagi serangan La Vecchia Signora, yang sedang berusaha membangun tim kompetitif di bawah kepemimpinan pelatih anyar.

Leave a Reply