Del Piero Ungkap Beratnya Tekanan di Juventus: “Lingkungan Ini Tidak Untuk Semua”

Legenda Juventus, Alessandro Del Piero, kembali memberikan pandangan tajam mengenai kondisi mental para pemain Bianconeri.

Dalam analisisnya usai kemenangan 2-0 atas Pafos di matchday keenam Liga Champions 2025-26, Del Piero menegaskan bahwa “Juventus bukan untuk semua orang,” sebuah kalimat yang menggambarkan beratnya tekanan, warisan sejarah, dan tuntutan prestasi di klub raksasa Serie A tersebut.

Meski menang berkat gol Weston McKennie dan Jonathan David, performa Juventus jauh dari kata meyakinkan.

Pafos bahkan memiliki peluang emas di babak pertama yang nyaris membuat tim asuhan Luciano Spalletti tertinggal.

Tidak sedikit pengamat, termasuk mantan pelatih Juve Fabio Capello, menilai bahwa Juventus beruntung meraih kemenangan kedua mereka di Liga Champions musim ini.

Dalam wawancara bersama Sky Sport Italia, Del Piero menjelaskan bahwa tantangan Juventus bukan hanya soal taktik atau kualitas pemain, tetapi juga soal psikologi dan identitas klub.

“Beban masa lalu, dalam hal kesuksesan klub, itu ada, tetapi juga ada beban dari masa lalu yang lebih dekat, karena tim ini lahir dari apa yang terjadi musim lalu, dengan beberapa perubahan besar pada pemain-pemain kunci,” ujar Del Piero kepada Sky Sport Italia.

“Pemain-pemain berkarakter digantikan oleh pemain muda, dan lingkungan Juventus bukan untuk semua orang. Itu lebih kompleks,”

“Kita telah melihat pemain dari klub lain tampil lebih bebas secara mental. Kesulitannya bersifat objektif dan terjadi setiap hari,” lanjut Del Piero.

“Mereka memang menang hari ini, tetapi mereka harus pergi ke Bologna pada hari Minggu dan bisa saja kebobolan dua gol, siapa yang tahu? Kamu selalu berada di ambang batas,”

Spalletti Harus ‘Ciptakan Kepastian’ di Juventus

“Pertanyaan saya untuk Spalletti adalah mengenai hal ini. Ada keadaan darurat di lini pertahanan karena dia menginginkan bek berkaki kanan untuk bermain sebagai bek tengah kanan. Dia banyak melakukan perubahan, dan dia tidak memiliki kepastian secara taktis atau bahkan dalam karakteristik pemain, kecuali Yildiz,”

“Di mana kamu menciptakan kepastian? Bagaimana kamu menciptakannya? Semuanya menjadi lebih sulit di kepala semua orang, terutama mereka yang tidak bermain secara reguler,”

Juventus berada di peringkat 17 klasemen Liga Champions dengan Sembilan poin, jadi secara teknis mereka hanya membutuhkan satu kemenangan lagi untuk memastikan tempat di babak playoff.

Juventus akan menjamu Benfica dan bertandang ke Monaco pada Januari 2026 dalam dua laga terakhir fase liga Liga Champions tersebut.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*