Spalletti Tegaskan Juventus Tak Incar Icardi, Samakan Peran Kalulu dengan Di Lorenzo

Pelatih Juventus, Luciano Spalletti, memberikan sejumlah pernyataan menarik usai kemenangan telak 4-1 atas Parma di Stadio Tardini dalam laga pekan ke-23 Serie A 2025-26.

Dalam laga tersebut, Spalletti membahas peran penting Pierre Kalulu, kondisi kebugaran Kenan Yildiz, hingga menepis rumor ketertarikan Juventus terhadap Mauro Icardi.

Kemenangan besar ini semakin menegaskan kebangkitan Bianconeri di Serie A sejak kedatangan Spalletti.

Filosofi Spalletti: Fokus pada Intensitas, Bukan Statistik

Dalam wawancara bersama DAZN Italia, Spalletti menekankan bahwa sepak bola modern tidak hanya soal angka dan statistik.

Menurutnya, aspek seperti duel, second ball, dan perubahan tempo jauh lebih menentukan hasil pertandingan.

“Sepak bola adalah tentang perubahan ritme, duel, dan bola kedua. Di situlah pertandingan sesungguhnya dimenangkan,” ujar Spalletti.

Ia juga mengaku senang dengan pujian para pemainnya, meski menegaskan bahwa kekuatan utama Juventus terletak pada kekompakan tim.

“Bagaimanapun, saya memberi tahu mereka bahwa mereka tidak boleh memuji saya, tetapi sebaliknya memuji rekan satu tim,”

Kalulu Jadi Senjata di Sisi Kanan, Mirip Di Lorenzo

Pierre Kalulu kembali tampil menonjol dengan perannya di sisi kanan pertahanan. Ia bahkan mencatatkan assist untuk gol McKennie.

Spalletti menyamakan peran Kalulu dengan Giovanni Di Lorenzo saat masih di Napoli, yang dikenal aktif membantu serangan.

Menurutnya, posisi tersebut sangat penting untuk menciptakan variasi permainan dan mengacaukan pertahanan lawan.

“Kalulu punya timing yang tepat untuk melakukan overlap. Ia membantu tim bermain fleksibel, dari rapat menjadi melebar dalam sekejap,” jelasnya.

“Di Lorenzo adalah master dalam menempati ruang di antara lini, dia pemain yang komplet, dan Kalulu juga sedang menuju level tersebut. Ia mampu mengatur tempo permainan rekan-rekannya,”

Spalletti juga mengirim doa untuk kesembuhan Di Lorenzo yang tengah mengalami cedera.

“Saya ingin menyampaikan doa terbaik agar ia bisa segera kembali ke lapangan, karena dia pantas mendapatkan yang terbaik. Ketika saya melihatnya cedera seperti itu, kami semua merasa sedih,”

Kondisi Kenan Yildiz Jadi Perhatian

Di balik kemenangan besar, Juventus mendapat kabar kurang menggembirakan terkait Kenan Yildiz.

Pemain muda itu mengeluhkan nyeri otot sejak babak pertama dan harus ditarik keluar saat jeda pertandingan.

Spalletti mengungkapkan bahwa Yildiz masih akan menjalani evaluasi medis, meski cedera tersebut diperkirakan tidak terlalu serius.

Namun, peluangnya tampil di laga berikutnya cukup diragukan.

“Yildiz memberi tahu kami selama babak pertama bahwa dia merasakan sedikit nyeri, tetapi dia bisa bertahan hingga babak pertama,” jelas Spalletti.

“Kami mempercayainya, tetapi sekarang dia merasakan sedikit nyeri bahkan saat berjalan, jadi kami harus mengevaluasinya, tetapi seharusnya tidak terlalu serius. Saya pikir akan sulit untuk mempersiapkannya untuk hari Kamis,”

Spalletti Tegas: Juventus Tak Butuh Mauro Icardi

Menjelang penutupan bursa transfer Januari ini, rumor mengenai kedatangan striker anyar semakin santer. Nama Mauro Icardi pun kembali dikaitkan dengan Juventus.

Namun, Spalletti dengan tegas membantah kabar tersebut.

“Icardi adalah striker hebat dan pribadi yang baik, tapi kami tidak menginginkannya,” tegas Spalletti.

Ia juga menjelaskan bahwa pujian terhadap mantan anak asuhnya kerap disalahartikan sebagai sinyal ketertarikan transfer.

“Jika saya memuji seseorang, maka itu akan menjadi berita utama bahwa saya ingin merekrutnya, tetapi itu tidak benar,”

Menurutnya, Juventus hanya mencari pemain dengan karakteristik tertentu, bukan sekadar nama besar.

“Kami mencari pemain dengan karakteristik tertentu, jika kami tidak menemukannya, maka kami akan tetap seperti sekarang,”

McKennie Jadi Solusi di Lini Depan?

Menariknya, Spalletti juga menyebut Weston McKennie sebagai salah satu opsi di lini serang.

Dengan gaya bermain agresif dan naluri mencetak gol yang terus berkembang, McKennie dianggap mampu menjadi “hitman” alternatif bagi tim.

Penampilannya melawan Parma menjadi bukti bahwa Juventus memiliki solusi internal tanpa harus bergantung pada transfer mahal.

“Lagipula, McKennie sama tajamnya dengan siapa pun sebagai pencetak gol, Anda kembali melihatnya malam ini.” Pungkasnya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*