Kebijakan transfer Juventus kembali menjadi sorotan tajam. Tiga pemain yang didatangkan di awal musim, yakni Jonathan David, Lois Openda, dan Edon Zhegrova dinilai gagal memenuhi ekspektasi.
Situasi ini memicu kritik keras dari pengamat sepak bola Italia, termasuk Francesco Oppini, yang menilai bahwa kesalahan utama terletak pada strategi rekrutmen klub.
Tiga Transfer, Nol Dampak Maksimal
Ketiga pemain tersebut datang dengan harapan tinggi, namun realitanya jauh dari harapan:
- Performa tidak konsisten
- Sulit beradaptasi dengan sistem tim
- Minim kontribusi signifikan
Hal ini membuat manajemen Juventus kini mempertimbangkan untuk melepas mereka pada bursa transfer berikutnya.
Menurut Oppini, situasi ini tidak akan terjadi jika Luciano Spalletti sudah memegang kendali sejak awal musim.
“Jika Juventus ditangani Spalletti sejak Juni dan bursa transfer dirancang olehnya, pemain seperti Openda, David, dan Zhegrova tidak akan pernah datang,” ujar Oppini, seperti yang dikutip oleh Tuttojuve.
Pernyataan ini menegaskan bahwa:
- Spalletti memiliki visi taktik yang jelas
- Ia selektif dalam memilih pemain
- Setiap rekrutan harus sesuai dengan sistem permainan
Warisan Masalah dari Era Sebelumnya
Kritik juga diarahkan pada era kepelatihan sebelumnya di bawah Igor Tudor.
Disebutkan bahwa:
- Tidak ada strategi transfer yang jelas
- Pemain direkrut tanpa perencanaan taktik matang
- Terjadi ketidaksesuaian antara skuad dan kebutuhan pelatih
Akibatnya, Juventus kini harus “membayar harga” dari keputusan tersebut.
Spalletti Hadapi Skuad Tidak Ideal
Sejak mengambil alih tim, Spalletti langsung dihadapkan pada tantangan besar:
- Skuad tidak sesuai filosofi bermainnya
- Sulit membangun konsistensi
- Banyak pemain tidak cocok dengan sistem
Meski berusaha meningkatkan performa tim, hasil yang didapat masih naik turun.

Leave a Reply