Jonathan David Buka Suara Soal Kritik: “Tekanan di Juventus Lebih Besar dari Klub Mana Pun!”

Striker Juventus, Jonathan David, akhirnya angkat bicara terkait kritik yang menghampirinya sepanjang musim debut di Italia.

Penyerang asal Kanada itu mengakui bahwa bermain untuk Juventus berarti harus siap menghadapi sorotan yang jauh lebih besar dibanding klub lain di Serie A.

Musim Perdana yang Naik-Turun

Didatangkan secara gratis dari Lille, David datang dengan ekspektasi tinggi setelah tampil tajam di Ligue 1.

Namun, performanya di Juventus belum sepenuhnya memenuhi harapan:

Statistik musim 2025/26:

  • 30 penampilan di Serie A
  • 17 kali starter
  • 5 gol

Sebagai perbandingan, selama di Lille:

  • Rata-rata 17+ gol per musim
  • Tidak pernah mencetak kurang dari 13 gol per musim

“Musim saya naik-turun. Saya datang dengan harapan besar, tapi tidak mencetak gol sesering yang saya inginkan,” ujar David kepada TSN.

Juventus: Tekanan Ekstra Besar

David menyoroti satu hal penting: tekanan luar biasa yang datang saat membela Juventus.

“Juventus adalah klub yang mendapat sorotan lebih besar dibanding klub mana pun di Italia. Semua mata tertuju pada Anda, dan orang-orang pasti akan membicarakannya,”

Sebagai klub besar dengan sejarah panjang, setiap performa pemain Juventus selalu berada di bawah mikroskop publik.

Bantah Rumor Tak Akur di Ruang Ganti

Sempat beredar kabar bahwa David kesulitan beradaptasi di ruang ganti dan tidak akrab dengan rekan setimnya. Bahkan, muncul rumor bahwa ia tidak diajak makan bersama tim.

Namun, David dengan tegas membantah:

“Saya tidak tahu bagaimana rumor itu muncul, tapi jelas itu tidak benar. Saya berada di ruang ganti bersama mereka dan kami punya hubungan yang sangat baik,”

Pelatih Luciano Spalletti bahkan sempat bercanda soal insiden unik, dengan David menaburkan keju parmesan di pasta seafood yang dianggap sebagai “dosa besar” dalam budaya Italia.

Momen Buruk: Gagal Penalti Panenka

Salah satu titik terendah David musim ini terjadi saat melawan Lecce, ketika ia gagal mengeksekusi penalti dengan gaya panenka.

Akibatnya:

  • Juventus hanya bermain imbang
  • Kehilangan poin penting
  • David menjadi sasaran kritik

“Saya tahu apa yang ingin saya lakukan, tapi eksekusinya tidak berjalan baik.”

Bangkit dengan Performa Lebih Tajam

Menariknya, setelah momen tersebut, David justru menunjukkan respons positif:

  • ⚽ 4 gol dalam 5 pertandingan Serie A
  • Kembali menemukan kepercayaan diri

“Itu momen spesial bagi saya dan juga tim,” ungkapnya.

Mental Kuat Jadi Kunci

David juga menegaskan bahwa kritik tidak terlalu memengaruhi dirinya:

“Terkadang orang tidak benar-benar mengenal Anda dan tetap menilai. Tapi itu tidak masalah karena saya punya orang-orang dekat yang memahami saya.”

Sikap ini menunjukkan mentalitas kuat yang dibutuhkan untuk bertahan di klub sebesar Juventus.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*