
Juventus menghadapi dilema besar terkait masa depan gelandang mereka, Douglas Luiz, yang diperkirakan akan kembali dari masa pinjaman di Aston Villa.
Namun, situasi di Turin kini tidak sederhana karena terjadi perbedaan pandangan antara pelatih dan manajemen klub.
Menurut laporan Gazzetta dello Sport, pelatih Luciano Spalletti ingin memberi kesempatan kedua kepada Douglas Luiz, sementara CEO Damien Comolli justru lebih condong untuk melepas sang pemain demi kebutuhan finansial klub.
Aston Villa Tidak Aktifkan Opsi Pembelian
Douglas Luiz dipastikan akan kembali ke Juventus setelah masa pinjamannya di Inggris berakhir.
Aston Villa disebut tidak akan mempermanenkan sang gelandang dengan nilai transfer sekitar €25 juta, membuat Juventus kembali memiliki kendali penuh atas masa depannya.
Spalletti Ingin Uji Douglas Luiz Lagi
Pelatih Juventus, Luciano Spalletti, dikabarkan masih melihat potensi besar dalam diri Douglas Luiz.
Rencana Spalletti meliputi:
- Mencoba Douglas Luiz sebagai playmaker
- Memberinya kesempatan di pramusim
- Menilai ulang kontribusinya dalam sistem baru
Spalletti juga sadar bahwa absennya Liga Champions akan membuat Juventus lebih selektif di bursa transfer, sehingga memaksimalkan pemain yang sudah ada menjadi opsi penting.
Comolli Lebih Condong ke Penjualan
Di sisi lain, Damien Comolli memiliki pandangan berbeda. Ia melihat Douglas Luiz sebagai aset yang bisa dijual untuk membantu keseimbangan finansial klub.
Alasan utama:
- Juventus kehilangan pendapatan Liga Champions
- Perlu menyeimbangkan neraca keuangan
- Performa Douglas Luiz belum konsisten
- Hanya 1 gol dan 2 assist dalam 34 laga musim terakhir
Karena itu, Comolli terbuka untuk menerima tawaran dari klub lain.
Situasi Sulit di Tengah Restrukturisasi Juventus
Juventus saat ini sedang melakukan evaluasi besar skuad setelah kegagalan mencapai Liga Champions musim 2026–2027.
Dampaknya:
- Beberapa pemain berpotensi dijual
- Fokus pada efisiensi gaji
- Perombakan lini tengah
- Prioritas pada pemain yang lebih produktif
Douglas Luiz berada tepat di tengah kebijakan tersebut.

Leave a Reply