Jonathan David Ingin Bertahan, Perburuan Striker Baru Juventus Jadi Rumit

Masa depan Jonathan David menjadi salah satu topik hangat di Juventus menjelang dibukanya fase krusial bursa transfer musim panas ini.

Meski menjalani musim pertama yang jauh dari ekspektasi, striker tim nasional Kanada itu dikabarkan tidak memiliki niat untuk meninggalkan Juventus. Sebaliknya, ia ingin membuktikan bahwa dirinya masih layak menjadi bagian penting proyek Bianconeri.

Namun keputusan tersebut justru bisa menciptakan dilema baru bagi Juventus yang sedang berusaha membangun ulang lini serang mereka.

Musim Debut yang Sulit bagi Jonathan David

Jonathan David bergabung dengan Juventus secara gratis pada musim panas 2025 setelah kontraknya berakhir bersama Lille.

Saat direkrut, ekspektasi terhadapnya sangat tinggi. Selama bermain di Ligue 1, David dikenal sebagai salah satu penyerang paling konsisten dengan rata-rata lebih dari 17 gol liga per musim.

Namun adaptasinya di Serie A berjalan jauh lebih sulit dari perkiraan.

Statistiknya menunjukkan penurunan signifikan:

  • 6 gol dari 35 pertandingan Serie A
  • 8 gol dari 46 penampilan di semua kompetisi

Untuk pertama kalinya dalam karier profesionalnya, David gagal mencapai dua digit gol dalam satu musim.

Juventus Ingin Menambah Striker Baru

Kondisi lini depan menjadi perhatian serius manajemen Juventus.

Kegagalan lolos ke Liga Champions musim 2026/27 membuat klub harus melakukan evaluasi besar-besaran terhadap skuad. Selain itu, kontrak Dusan Vlahovic juga akan berakhir pada akhir Juni, sehingga Juventus membutuhkan tambahan amunisi di sektor penyerangan.

Pelatih Luciano Spalletti dikabarkan menginginkan penyerang tengah baru yang mampu menjadi andalan utama musim depan.

Namun rencana tersebut tidak semudah yang dibayangkan.

Keputusan David Bisa Menghambat Strategi Transfer

Menurut laporan dari La Gazzetta dello Sport, Jonathan David tidak tertarik meninggalkan Allianz Stadium setelah hanya satu musim.

Sang pemain yakin masih bisa membalikkan keadaan dan menunjukkan kualitas terbaiknya bersama Juventus.

Dari sisi pemain, keputusan ini sangat masuk akal. Namun bagi klub, situasinya menjadi lebih rumit.

David masih memiliki kontrak jangka panjang hingga 2030 dengan gaji sekitar €6 juta per musim plus bonus yang bisa mencapai €2 juta.

Jika ia bertahan, Juventus harus menanggung beban gaji yang cukup besar sambil tetap berusaha mendatangkan striker baru.

Openda Juga Sulit Dijual

Masalah Juventus tidak berhenti pada Jonathan David.

Klub juga memiliki situasi yang belum jelas terkait penyerang lain, yakni Lois Openda.

Laporan yang sama menyebut peluang menjual Openda secara permanen pada musim panas ini sangat kecil.

Jika David dan Openda sama-sama bertahan, Juventus akan memiliki lini depan yang cukup padat namun tetap membutuhkan sosok striker utama baru.

Kondisi ini jelas menyulitkan perencanaan keuangan klub.

Keterbatasan Anggaran Jadi Tantangan Besar

Kegagalan tampil di Liga Champions musim depan diperkirakan membuat Juventus kehilangan pendapatan sekitar €50-60 juta.

Akibatnya, ruang gerak klub di bursa transfer menjadi jauh lebih terbatas dibanding musim-musim sebelumnya.

Mendatangkan penyerang kelas atas membutuhkan investasi besar, baik dari sisi biaya transfer maupun gaji.

Karena itu, Juventus sebenarnya berharap bisa menciptakan ruang finansial terlebih dahulu melalui penjualan pemain.

Apabila Jonathan David tetap bertahan dan Openda juga tidak dilepas, maka opsi untuk merekrut striker baru akan semakin sulit diwujudkan.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*