Juventus Siap Lepas Koopmeiners dengan Status Pinjaman demi Datangkan Kessié

Juventus mulai mengambil langkah baru dalam menyusun ulang komposisi lini tengah mereka. Salah satu keputusan besar yang sedang dipertimbangkan adalah melepas Teun Koopmeiners dengan status pinjaman demi menciptakan ruang finansial untuk mendatangkan Franck Kessié.

Gelandang asal Belanda tersebut sebelumnya menjadi salah satu investasi besar Juventus, tetapi situasinya berubah drastis setelah kedatangan Luciano Spalletti sebagai pelatih baru.

Koopmeiners kini semakin kehilangan tempat dalam rencana utama tim dan masuk dalam daftar pemain yang bisa meninggalkan Turin.

Menurut laporan Calciomercato.com, Juventus bahkan mulai terbuka terhadap solusi peminjaman setelah kesulitan menemukan klub yang bersedia membayar harga sesuai nilai buku sang pemain.

Koopmeiners Tidak Lagi Jadi Prioritas Spalletti

Ketika didatangkan dari Atalanta, Koopmeiners diproyeksikan sebagai salah satu fondasi utama Juventus di lini tengah.

Namun, perjalanan pemain berusia 28 tahun itu bersama Bianconeri tidak berjalan sesuai harapan. Performa yang tidak konsisten serta perubahan kebutuhan taktik membuat posisinya semakin terpinggirkan.

Sejak awal bursa transfer, Juventus sudah memasukkan nama Koopmeiners dalam daftar pemain yang dapat dilepas. Masalah utama bukan hanya soal keputusan teknis, tetapi juga faktor ekonomi.

Nilai Buku Koopmeiners Jadi Hambatan Transfer

Juventus menghadapi tantangan besar karena nilai amortisasi Koopmeiners masih cukup tinggi.

Per 30 Juni 2026, nilai buku sang gelandang diperkirakan masih berada di angka sekitar 31 juta euro. Artinya, Juventus membutuhkan tawaran minimal sebesar angka tersebut agar tidak mengalami kerugian dalam laporan keuangan.

Kondisi ini membuat pasar transfer untuk Koopmeiners menjadi sulit bergerak. Klub-klub peminat belum banyak yang bersedia membayar harga tersebut, sehingga Juventus mulai mencari alternatif lain.

Juventus Pertimbangkan Opsi Pinjaman dengan Kewajiban Pembelian

Melihat situasi tersebut, manajemen Juventus mulai mengubah strategi.

CEO Juventus Giovanni Carnevali dan direktur olahraga Frederic Massara disebut terbuka terhadap kemungkinan melepas Koopmeiners dengan skema:

  • Pinjaman
  • Opsi pembelian permanen
  • Nilai pembelian minimal sekitar 21 juta euro atau lebih

Angka tersebut mengacu pada nilai buku Koopmeiners pada Juni 2027.

Strategi ini memungkinkan Juventus mengurangi beban gaji sekaligus memberi kesempatan kepada pemain asal Belanda itu untuk kembali menemukan performa terbaiknya.

Atalanta Bisa Menjadi Tujuan Ideal Koopmeiners

Salah satu destinasi yang dianggap masuk akal untuk Koopmeiners adalah kembali ke Atalanta, klub yang membesarkan namanya di Serie A.

Bersama La Dea, Koopmeiners berkembang menjadi salah satu gelandang terbaik Italia sebelum akhirnya diboyong Juventus melalui proses transfer besar.

Menariknya, sosok yang membawa Koopmeiners ke Juventus adalah Cristiano Giuntoli, yang kini justru memiliki peran penting di Atalanta. Faktor hubungan tersebut bisa menjadi salah satu elemen yang membuat skenario reuni kembali terbuka.

Kepergian Koopmeiners Bisa Buka Jalan untuk Kessié

Alasan utama Juventus ingin melepas Koopmeiners adalah untuk memberi ruang kedatangan Franck Kessié.

Gelandang asal Pantai Gading tersebut sudah lama menjadi pemain yang disukai Luciano Spalletti.

Kessié dinilai memiliki karakter yang sesuai dengan kebutuhan Juventus: kuat secara fisik, agresif dalam duel, serta memiliki pengalaman besar di level tertinggi.

Dengan status bebas transfer, Kessié menjadi opsi yang menarik secara ekonomi.

Perhitungan Juventus menunjukkan bahwa:

  • Koopmeiners membebani klub sekitar 16 juta euro per tahun (gabungan amortisasi dan gaji)
  • Kessié diperkirakan hanya membutuhkan biaya kurang dari 10 juta euro bruto per tahun

Dari sudut pandang finansial, melepas Koopmeiners dan mendatangkan Kessié menjadi langkah yang jauh lebih efisien.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*