
Kerim Alajbegovic akhirnya mengungkap alasan di balik keputusannya bergabung dengan Juventus setelah sempat menjadi incaran sejumlah klub besar Eropa, termasuk Chelsea.
Talenta Bosnia dan Herzegovina tersebut menjadi salah satu pemain muda yang paling banyak diperbincangkan pada bursa transfer musim panas setelah menjalani periode bersama RB Salzburg.
Namanya sempat dikaitkan dengan beberapa klub Serie A seperti Milan, Roma, dan Napoli. Namun, perhatian terbesar datang dari Chelsea.
Kesepakatan dengan klub Premier League tersebut bahkan disebut sudah tercapai. Akan tetapi, Alajbegovic akhirnya memilih untuk tidak melanjutkan kepindahan tersebut karena melihat peluang bermain yang tersedia tidak cukup menjanjikan.
Juventus kemudian bergerak cepat dan berhasil meyakinkan sang pemain.
“Ketika Juventus memanggil, sungguh sulit untuk mengatakan tidak,” ujar Alajbegovic kepada Tuttosport.
Kepercayaan Juventus Jadi Faktor Utama
Bagi Alajbegovic, keputusan memilih Juventus bukan semata-mata karena nama besar klub. Salah satu faktor terpenting adalah kepercayaan yang diberikan Juventus terhadap dirinya.
“Ini adalah salah satu klub terbesar di dunia dan saya benar-benar bangga mengenakan jersey ini. Memang benar, mengetahui bahwa klub percaya kepada saya, sangat penting bagi saya,” sambungnya.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa proyek olahraga Juventus menjadi daya tarik utama bagi pemain muda itu.
Alajbegovic ingin berada di klub yang bukan hanya merekrutnya sebagai investasi masa depan, tetapi juga memberikan kesempatan untuk berkembang dan memainkan peran penting dalam tim.
Hal itu pula yang membuat Juventus akhirnya mampu mengalahkan persaingan dari klub-klub lain.
Miralem Pjanic Turut Pengaruhi Keputusan
Ada sosok lain yang memiliki peran dalam keputusan Alajbegovic memilih Juventus, yakni Miralem Pjanic.
Mantan gelandang Juventus tersebut bahkan mendampingi Alajbegovic ketika sang pemain tiba di Turin untuk menjalani tes medis.
“Pjanic juga penting dalam pilihan saya karena dia pernah menjadi pemain Juventus dan memiliki pengaruh besar di klub ini. Ayah saya juga membantu. Pada akhirnya, ini adalah sesuatu yang kami semua inginkan dan kami bahagia,” ungkapnya.
Kehadiran Pjanic menjadi jembatan emosional bagi Alajbegovic yang memiliki latar belakang Bosnia dan Herzegovina.
Pengalaman Pjanic di Juventus tentunya memberikan gambaran kepada sang pemain muda mengenai apa yang dibutuhkan untuk berkembang di salah satu klub terbesar Italia.
Peran Luciano Spalletti Meyakinkan Alajbegovic
Selain kepercayaan dari klub, sosok Luciano Spalletti juga menjadi alasan penting di balik keputusan Alajbegovic.
Sebelum memilih Juventus, sang pemain memang mencari klub yang mampu memberikan peran penting dalam perkembangan kariernya.
Inilah yang membuatnya lebih tertarik kepada proyek Juventus dibandingkan opsi lain.
Alajbegovic menilai Spalletti mampu memberikan lingkungan yang tepat untuk perkembangan pemain muda.
“Saya bisa melihat dalam latihan betapa bagusnya Spalletti. Dia selalu menginginkan kesempurnaan. Positif bisa bekerja sekeras ini karena Anda mempelajari sesuatu yang baru di setiap sesi,” tuturnya.
Ia kemudian menjelaskan bagaimana detail latihan Spalletti membuatnya terus berkembang.
“Anda berkonsentrasi pada ketepatan umpan, pergerakan, dan positioning. Bagi saya, dia adalah pelatih level top dan saya tidak sabar untuk terus belajar darinya,”
Bagi pemain muda, kesempatan bekerja setiap hari di bawah pelatih berpengalaman seperti Spalletti dapat menjadi faktor besar dalam membentuk karier.
Tolak Chelsea demi Kesempatan Bermain
Keputusan Alajbegovic menolak Chelsea menjadi salah satu bagian paling menarik dari perjalanan transfernya.
Chelsea merupakan klub dengan reputasi besar dan memiliki kemampuan finansial yang luar biasa. Namun, Alajbegovic lebih memilih jalur yang menurutnya dapat memberikan kesempatan bermain lebih besar.
Pilihan tersebut memperlihatkan bahwa sang pemain tidak hanya mempertimbangkan nama besar klub.
Ia ingin memastikan bahwa langkah berikutnya benar-benar mendukung perkembangan kariernya.
Dalam usia muda, menit bermain dan kepercayaan dari pelatih sering kali menjadi faktor penting. Alajbegovic tampaknya memahami hal tersebut dan memilih Juventus karena melihat adanya jalur yang lebih jelas untuk berkembang.
Pujian Alessandro Del Piero Bikin Alajbegovic Bangga
Alajbegovic juga mendapatkan dorongan luar biasa setelah menerima pujian dari Alessandro Del Piero.
Legenda Juventus tersebut menyebut Alajbegovic sebagai talenta yang nyata.
Bagi pemain yang baru saja tiba di Turin, pujian dari salah satu ikon terbesar dalam sejarah Juventus tentu memiliki arti khusus.
“Del Piero tidak membutuhkan perkenalan, semua orang mengenalnya. Dia adalah legenda sejati. Merupakan sebuah kehormatan ketika dia mengatakan hal-hal baik tentang saya. Itu benar-benar spesial,” ujar Alajbegovic.
Namun, ia tidak ingin terlena.
“Saya baru tiba dan harus terus bekerja keras, menunjukkan kepada semua orang apa yang bisa saya lakukan. Masih ada perjalanan panjang di depan saya,”
Sikap tersebut menunjukkan bahwa Alajbegovic memahami pujian saja tidak cukup untuk membuktikan kualitasnya.
Lionel Messi Jadi Inspirasi Utama
Menariknya, ketika ditanya mengenai pemain terbaik menurut pandangannya, Alajbegovic tidak ragu menyebut Lionel Messi.
“Saya sudah mengatakan ini sebelumnya, tetapi menurut saya pemain terbaik adalah Lionel Messi. Saya masih menonton begitu banyak videonya. Dia adalah salah satu pemain terbaik sepanjang masa,” katanya.
Alajbegovic mengaku hanya bisa menyaksikan, mengagumi, dan mencoba mengambil beberapa pelajaran dari permainan Messi.
Kebiasaan mempelajari video pemain-pemain terbaik menunjukkan bahwa sang pemain muda memiliki keinginan untuk terus meningkatkan kualitas permainannya.
Kenan Yildiz Jadi Sahabat Baru di Juventus
Alajbegovic juga sudah menemukan sosok yang membantunya beradaptasi di ruang ganti Juventus.
Dia adalah Kenan Yildiz, pemain muda Juventus yang juga memiliki latar belakang kehidupan di Jerman.
Kesamaan tersebut membuat komunikasi antara keduanya berjalan lebih mudah.
“Kenan Yildiz adalah pemain hebat dan juga orang yang luar biasa. Dia sangat membantu saya karena kami sama-sama berbicara bahasa Jerman,” kata Alajbegovic.
Bagi pemain muda yang baru pindah ke lingkungan baru, memiliki rekan yang bisa diajak berkomunikasi dengan nyaman tentu sangat membantu proses adaptasi.
Alajbegovic bahkan sudah memiliki ambisi besar bersama Yildiz.
“Kami tidak sabar untuk bermain bersama dan membawa Juventus ke puncak.”
Juventus Berpotensi Punya Duet Generasi Baru
Kedekatan Alajbegovic dan Yildiz juga menjadi kabar menarik bagi Juventus.
Keduanya merupakan bagian dari generasi pemain muda yang diharapkan menjadi fondasi masa depan Bianconeri.
Juventus sendiri memiliki sejarah panjang dalam mengembangkan pemain muda menjadi bintang besar. Alajbegovic kini mendapatkan kesempatan untuk mengikuti jalur tersebut.
Namun, tantangannya tidak kecil.
Tekanan bermain untuk Juventus sangat besar. Setiap penampilan akan mendapatkan perhatian, sementara ekspektasi terhadap pemain muda yang datang dengan label talenta juga akan terus meningkat.
Karena itu, keputusan Alajbegovic untuk menekankan kerja keras dan proses belajar menjadi sangat penting.

Leave a Reply