
Juventus mengawali perjalanan mereka di Serie A 2026-27 dengan kemenangan tipis 1-0 atas Frosinone. Gol tunggal Gleison Bremer menjadi pembeda dalam pertandingan yang berlangsung terbuka dan penuh peluang tersebut.
Namun, bagi Luciano Spalletti, kemenangan itu belum sepenuhnya menggambarkan performa ideal yang ia inginkan.
Pelatih Juventus tersebut mengakui timnya sudah menunjukkan identitas permainan yang diharapkan. Akan tetapi, masih ada momen ketika para pemain dinilai terlalu “ringan” dan kurang memiliki determinasi untuk menghadapi situasi sulit.
Spalletti juga memberikan kabar mengenai kondisi Guglielmo Vicario serta memberikan pesan tegas kepada Randal Kolo Muani.
Spalletti Puas dengan Identitas Juventus
Berbicara kepada DAZN setelah pertandingan, Spalletti mengaku senang melihat Juventus mulai menunjukkan identitas permainan.
Namun, ia belum sepenuhnya puas.
“Saya lebih memilih tim menunjukkan bahwa mereka memiliki identitas, dan mereka sudah melakukannya. Tetapi pada beberapa momen kami terlalu ringan dan tidak cukup baik dalam menunjukkan determinasi yang diperlukan,” ujar Spalletti.
Menurut Spalletti, aspek mental tersebut harus segera diperbaiki.
Juventus mampu mendapatkan tiga poin, tetapi perjalanan musim masih sangat panjang. Karena itu, sang pelatih ingin timnya lebih konsisten dalam mempertahankan intensitas dan konsentrasi.
Frosinone Berani Bermain Satu Lawan Satu
Spalletti juga memberikan apresiasi kepada Frosinone.
Menurutnya, tim tuan rumah memiliki keberanian untuk bermain agresif dan melakukan penjagaan satu lawan satu.
“Frosinone adalah tim yang kuat. Pelatih mereka memberikan keyakinan untuk menghadapi semua lawan secara langsung,”
Pendekatan tersebut membuat pertandingan menjadi lebih terbuka.
Ketika mampu melepaskan diri dari penjagaan pemain Frosinone, Juventus sebenarnya mendapatkan ruang yang cukup besar untuk menyerang.
Namun, Spalletti melihat para pemainnya terkadang justru tidak memanfaatkan kebebasan tersebut.
Kami Kadang Ingin Menjadi Tawanan
Spalletti menggunakan perumpamaan menarik untuk menggambarkan persoalan Juventus.
“Tergantung apakah Anda ingin bebas atau menjadi tawanan. Kami terkadang ingin menjadi tawanan bahkan ketika sebenarnya kami bebas,”
Pernyataan tersebut menggambarkan bahwa Juventus sebenarnya memiliki ruang untuk menyerang, tetapi tidak selalu mampu mengambil keputusan dengan cepat.
Frosinone memberikan tekanan melalui penjagaan satu lawan satu.
Jika pemain Juventus mampu memenangkan duel dan keluar dari tekanan tersebut, ruang akan terbuka.
Namun, keputusan yang lambat membuat peluang tersebut tidak selalu dimanfaatkan.
Spalletti Masih Buka Kemungkinan Datangnya Striker Baru
Kemenangan tersebut juga tidak menghilangkan kebutuhan Juventus untuk menambah opsi di lini depan.
Spalletti mengakui bahwa Juventus masih membutuhkan penyerang dengan karakteristik berbeda.
“Penyerang baru? Seseorang dengan karakteristik berbeda,”
Menurutnya, Juventus membutuhkan pemain yang dapat memberikan solusi ketika pertandingan memasuki fase tertentu.
Terlebih ketika lawan mulai bertahan lebih dalam.
Menariknya, Spalletti menilai Juventus sebenarnya memiliki cukup banyak ruang saat menghadapi Frosinone.
Masalahnya adalah mereka tidak mampu memanfaatkannya secara maksimal.
Kolo Muani Diminta Lebih Tajam
Salah satu pemain yang mendapatkan sorotan khusus adalah Randal Kolo Muani.
Penyerang asal Prancis tersebut mendapatkan kesempatan bermain, tetapi Spalletti menginginkan kontribusi yang lebih konkret di depan gawang.
Spalletti mengakui Juventus memang sengaja mengejar Kolo Muani karena mengetahui kualitasnya.
“Kami pergi untuk mendapatkannya karena kami mengetahui nilainya. Kami sudah melihatnya sebelumnya dan tahu seperti apa kemampuannya,”
Namun, sang pelatih juga memberikan catatan penting mengenai kondisi sang striker.
Kolo Muani disebut sudah cukup lama tidak bermain secara konsisten.
“Dia harus menyadari bahwa sudah dua tahun dia tidak bermain, dan pasti ada alasannya,”
Spalletti ingin Kolo Muani kembali menemukan performa terbaiknya.
Di Pertandingan Seperti Ini, Muani Harusnya Mencetak Gol
Spalletti tidak meragukan kemampuan fisik Kolo Muani.
Ia menilai sang striker memiliki kekuatan untuk memenangkan duel dan menerima bola di berbagai situasi.
Namun, kemampuan tersebut harus diikuti dengan efektivitas di depan gawang.
“Jelas dia kuat secara fisik dan mampu mendapatkan bola, tetapi dalam pertandingan seperti ini dia harus mencetak gol,”
Pesan tersebut cukup jelas.
Juventus membutuhkan striker yang tidak hanya mampu menciptakan ruang atau memenangkan duel, tetapi juga menjadi penentu ketika peluang datang.
Vicario Hanya Mengalami Kram
Di sisi lain, Spalletti memberikan kabar yang cukup melegakan mengenai Guglielmo Vicario.
Kiper baru Juventus tersebut harus ditarik keluar pada masa injury time setelah merasakan masalah fisik.
Sempat muncul kekhawatiran bahwa Vicario mengalami cedera serius.
Namun, Spalletti memastikan masalah tersebut berkaitan dengan kram.
“Kram. Dia merasakan kram yang cukup kuat dan sempat khawatir kondisinya akan semakin buruk, sehingga kami memilih menggantinya,”
Dengan demikian, pergantian Vicario lebih merupakan tindakan pencegahan daripada indikasi cedera serius.
Debut Vicario Tetap Positif
Terlepas dari masalah di penghujung pertandingan, Vicario menjalani debut yang cukup baik.
Ia tidak banyak mendapatkan ancaman berbahaya dari Frosinone dan mampu membantu Juventus menjaga clean sheet.
Namun, Mattia Perin harus masuk untuk menyelesaikan pertandingan.
Situasi tersebut menjadi perhatian karena Perin sendiri dikabarkan semakin dekat dengan kepindahan dari Juventus.
Bremer Jadi Penentu Tiga Poin
Pada akhirnya, Juventus tetap membawa pulang tiga poin berkat gol Gleison Bremer.
Bek Brasil tersebut mencetak gol melalui sundulan setelah memanfaatkan situasi bola mati.
Gol itu menjadi satu-satunya pembeda dalam pertandingan.
Juventus sebenarnya memiliki beberapa kesempatan untuk menggandakan keunggulan, tetapi penyelesaian akhir menjadi persoalan.
Karena itu, evaluasi Spalletti mengenai efektivitas Kolo Muani dan kebutuhan mencari penyerang dengan karakter berbeda menjadi sangat relevan.
Menang, tetapi Masih Banyak Pekerjaan
Kemenangan atas Frosinone menjadi awal yang positif bagi Juventus.
Tiga poin berhasil diamankan.
Identitas permainan mulai terlihat.
Namun, Spalletti tidak ingin timnya cepat puas.
Juventus harus meningkatkan determinasi, lebih berani memanfaatkan ruang, dan jauh lebih efektif ketika mendapatkan peluang.
Terutama di lini depan.
Pesan Spalletti setelah kemenangan tersebut cukup jelas: Juventus sudah berada di jalur yang benar, tetapi untuk menjadi tim yang benar-benar kompetitif, mereka harus belajar memanfaatkan kebebasan yang sudah mereka ciptakan sendiri.

Leave a Reply